REHABILITASI EKOSISTEM PADANG LAMUN MELALUI PROGRAM TRANSPLANTASI MENGGUNAKAN METODE TERFS, PLUGS, DAN ANCHOR DI PANTAI PANDANAN, KABUPATEN LOMBOK UTARA
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i1.9371Keywords:
lamun, transplantasi, rehabilitasi, keberlanjutanAbstract
Ekosistem padang lamun di Pantai Pandanan, Kabupaten Lombok Utara, mengalami degradasi akibat tekanan aktivitas manusia karena maraknya lalu lintas kapal dan aktivitas pariwisata, sehingga diperlukan upaya rehabilitasi untuk memulihkan kondisi lamun. Program transplantasi lamun diterapkan sebagai bentuk upaya rehabilitasi untuk membantu proses pemulihan ekosistem lamun di tengah tekanan lingkungan yang semakin tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan tahap survei, sosialisasi, pelatihan, pelaksanaan transplantasi menggunakan tiga metode yakni TERFS, plugs, dan anchor, serta pamantauan (monitoring) pasca transplantasi secara berkala. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat dalam memahami tujuan dilakukannya program transplantasi serta ikut telibat aktif dalam praktek teknis transplantasi mulai dari pengambilan bibit lamun dari Lokasi donor hingga pemindahan bibit ke lokasi transplantasi. Kendala seperti kondisi substrat berkarang, arus laut kuat, dan persaingan dengan alga menjadi tantangan yang harus diatasi untuk meningkatkan kelulushidupan bibit lamun transplan. Program ini berkontribusi dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan tujuan pembangunan berkelanjutan terkait konservasi laut, serta dalam jangka panjang merupakan salah satu bentuk mitigasi perubahan iklim. Keterlibatan aktif masyarakat, disertai dukungan perguruan tinggi dan pemerintah menjadi sangat penting dalam upaya restorasi ekosistem lamun, melalui program pengembangan kapasitas dan monitoring jangka panjang untuk menjamin keberhasilan rehabilitasi ekosistem padang lamun.










