Main Article Content

I Dewa Bagus Ketut Widya Pramana
Herpan Syafii Harahap

Abstract

Abstrak
Latar Belakang: Demensia merupakan suatu gangguan yang bersifat progresif yang menyebabkan gangguan fungsi memori dan kemampuan kognitif. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia diantaranya genetik, usia lanjut,  jenis kelamin, pendidikan rendah, obesitas, diabetes melitus, hipertensi, merokok, alkohol, hiperkolesterol, dan asupan asam lemak tak jenuh yang rendah. Dengan mengetahui faktor risiko, menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan aktivitas fisik, dan menstimulasi kemampuan kognitif dapat menurunkan risiko terjadinya demensia. Salah satu upaya signifika yang dapat mencegah terjadinya demensia adalah meningkatkan kualitas tidur yang baik.
 
Metode: Tinjauan Pustaka ini menggunakan berbagai jenis sumber yaitu artikel dalam jurnal ilmiah dan pedoman pemerintah maupun instansi terkait. Pencarian artikel dilakukan di portal online publikasi jurnal seperti National Center of Biotechnology Information/ NCBI (ncbiI.nlm.nih.gov), National Heart Lung and Blood Institute/ NHLBI (nhlbi.nih.gov).
 
Hasil: Selama tidur, sistem glymphatic akan aktif memberishkan protein amiloid-beta, mencegah pembentukan plak dari akumulasi protein amiloid-beta dan mencegah kerusakan sel saraf otak. Adanya masalah tidur atau kualitas tidur yang buruk pada lansia menyebabkan otak tidak dapat secara efektif membersihkan protein amiloid-beta yang akan mengakibatkan terjadinya akumulasi plak protein amiloid-beta. Adanya akumulasi plak protein amiloid-beta menyebabkan gangguan fungsi sel saraf di otak yang secara progresif dapat menyebabkan demensia
 
Kesimpulan: Kualitas tidur yang baik menjadi faktor protektif mencegah terjadinya demensia. Hal ini disebabkan oleh selama fase tidur, sistem glymphatic akan aktif memberishkan protein amiloid-beta, mencegah pembentukan plak dan kerusakan sel saraf otak.
 
Kata Kunci: Demensia, Kualitas Tidur, Memori, Kognitif, Sistem Glymphatic, amiloid-beta.

Article Details