PEMANFAATAN LIMBAH KULIT UDANG VANNAMEI MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH TAMBAK DI DESA LABUHAN LOMBOK
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i2.11020Kata Kunci:
Limbah kulit udang, pupuk organik cair, udang vaname, pengelolaan limbah tambak, Desa Labuhan LombokAbstrak
Budidaya udang vaname di Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat, tetapi juga menghasilkan limbah kulit udang yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penumpukan limbah tersebut berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan populasi lalat di sekitar tambak. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit udang vaname menjadi pupuk organik cair (POC) serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah tambak yang berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan pemilik tambak, persiapan alat dan bahan, pembuatan POC, edukasi, dan evaluasi kegiatan. POC dibuat menggunakan 500 g limbah kulit udang, 100 mL EM4 Pertanian, 100 mL molase, dan 5 L air cucian beras yang difermentasi selama 10–15 hari. Edukasi diberikan kepada 10 pekerja tambak melalui penyampaian materi, demonstrasi pembuatan POC, serta diskusi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, pengamatan kualitas produk, tingkat partisipasi peserta, serta potensi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa POC berhasil diproduksi dengan warna kuning kecokelatan, beraroma khas fermentasi, dan tidak berbau busuk. Edukasi meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan limbah kulit udang, yang terlihat dari hasil evaluasi setelah kegiatan dan tingginya partisipasi peserta. Aplikasi POC pada tanaman cabai juga menunjukkan respons pertumbuhan yang lebih baik, ditandai oleh daun yang lebih lebar, batang yang lebih kokoh, dan kondisi tanaman yang lebih subur. Program ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah kulit udang vaname menjadi POC merupakan alternatif pengelolaan limbah tambak yang ramah lingkungan, bernilai tambah, dan berpotensi mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Labuhan Lombok.









