SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI ISTRI NELAYAN POLE AND LINE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETAHANAN SOSIAL RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA BUGIS KECAMATAN SAPE, KABUPATEN BIMA

Authors

  • Lalu Hizbulloh
  • Sab’ul Masani
  • Ade Rezkika Nasution
  • Mohammad Alwi Shahab
  • Yuliana Asri University of Mataram image/svg+xml
  • Zaenal Abidin

DOI:

https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i2.11017

Keywords:

BPJS Ketenagakerjaan, istri nelayan, jaminan sosial, perlindungan sosial, nelayan pole and line.

Abstract

Profesi nelayan merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja dan kematian tertinggi di dunia. Kondisi cuaca yang tidak menentu, gelombang tinggi, penggunaan alat tangkap, serta aktivitas fisik yang berat menyebabkan nelayan rentan mengalami kecelakaan yang dapat berujung pada cacat permanen maupun kematian. Namun demikian, sebagian besar nelayan skala kecil di Indonesia masih bekerja pada sektor informal tanpa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sehingga keluarga nelayan menghadapi kerentanan ekonomi apabila pencari nafkah utama mengalami kecelakaan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman istri nelayan mengenai risiko pekerjaan suami sebagai nelayan pole and line sekaligus memperkenalkan program BPJS Ketenagakerjaan kategori Bukan Penerima Upah (BPU) sebagai alternatif perlindungan sosial yang terjangkau dan mudah diakses. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima melalui metode diskusi partisipatif dan sosialisasi interaktif yang melibatkan istri nelayan pole and line. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi persepsi peserta mengenai risiko pekerjaan nelayan, penyampaian materi mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki persepsi yang baik mengenai tingginya risiko pekerjaan nelayan, terutama risiko tenggelam, kecelakaan saat memancing, cuaca buruk, serta kehilangan sumber pendapatan apabila suami mengalami kecelakaan. Namun demikian, pengetahuan mengenai mekanisme perlindungan sosial masih relatif rendah. Setelah kegiatan sosialisasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), besaran iuran, serta prosedur kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan BPU. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan istri nelayan merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga nelayan terhadap pentingnya perlindungan sosial dan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

 SOSIALISASI JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI ISTRI NELAYAN POLE AND LINE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETAHANAN SOSIAL RUMAH TANGGA NELAYAN DI DESA BUGIS KECAMATAN SAPE, KABUPATEN BIMA. (2026). Jurnal Pepadu, 7(2), 263-272. https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i2.11017

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>