EFEKTIVITAS BERBAGAI METODE EKSTRAKSI DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) UNTUK MENCEGAH INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
DOI:
https://doi.org/10.29303/jfn.v5i2.9231Kata Kunci:
Daun ketapang, pakan, imunostimulan, ikan nila, Aeromonas hydrophilaAbstrak
Penyakit bakterial yang disebabkan oleh (Aeromonas hydrophila) merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus), terutama pada sistem budidaya intensif, masalah tersebut dapat diatasi dengan imunostimulan alami dari daun ketapang (Terminalia catappa). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai metode ekstraksi daun ketapang dalam pakan terhadap respons imun, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan nila yang diuji tantang dengan A. hydrophila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol positif (pakan tanpa ekstrak, P1) , kontrol negatif (pakan tanpa ekstrak, P2), Pakan dengan ekstrak bentuk tepung (P3), pakan dengan ekstrak bentuk rebusan (P4), Pakan dengan ekstrak bentuk bubur (P5). Jumlah ekstrak yang ditambahkan adalah 5%. Pada hari ke 46 dilakukan infeksi A. hydorphila [ND1] pada semua perlakuan kecuali pada perlakuan P2. Parameter yang diamati meliputi Survival rate (SR), feed conversion ratio[ND2] [ND3] (FCR), laju pertumbuhan spesifik. Kualitas air yang diukur 10 hari sekali dari hari ke 1 sampai ke 45 sedangkan total bakteri media, parameter hematologi, aktivitas fagositosis diamati pada hari ke 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bubur daun ketapang (P5) berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai SR 91,11%, FCR 1,06, dan laju pertumbuhan berat spesifik 3,71%/hari. Total bakteri media adalah 30,5×10³ CFU/mL, serta peningkatan respons imun yang ditunjukkan oleh nilai eritrosit sebesar 2,10×10⁶ sel/mL, nilai leukosit sebesar 28,1× 104 sel/ml, nilai niferensial leukosit (sel neutrofil 25 %, monosit 7,33 %, dan limfosit 67,67 %), hemoglobin sebesar 6,8 g/dl, hematokrit 30,48 % dan aktivitas fagositosis sebesar 67,6%, namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap parameter laju pertumbuhan panjang spesifik. Dengan demikian, metode pembuburan daun ketapang efektif digunakan sebagai imunostimulan alami dalam pakan ikan nila untuk meningkatkan ketahanan terhadap infeksi A. hydrophila




