Optimalisasi Konservasi Air melalui Penanaman Pohon dan Pembuatan Lubang Resapan Biopori di Desa Dukohkidul
Optimizing Water Conservation through Tree Planting and Construction of Biopore Infiltration Holes Project in Dukohkidul Village
DOI:
https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v6i3.11336Keywords:
Biopori, Kekeringan, Konservasi Air, Penanaman PohonAbstract
Kekeringan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat memengaruhi ketersediaan air serta keberlangsungan aktivitas masyarakat, terutama pada wilayah yang bergantung sektor pertanian. Desa Dukohkidul, kecamatan Ngasem, kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu desa yang memerlukan upaya konservasi lingkungan untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan menjaga keberlanjutan sumber daya air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung upaya pencegahan kekeringan melalui penanaman pohon, pembuatan lubang resapan biopori, yang didukung oleh kegiatan edukasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, guru, dan siswa dalam pelaksanaan kegiatan. Program dilaksanakan pada Juli-Agustus 2026 melalui tahapan observasi, koordinasi, edukasi lingkungan, penanaman pohon, pembuatan lubang resapan biopori, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 135 pohon yang terdiri atas beringin, asam jawa, dan tabebuya berhasil ditanam pada wilayah RT 02 hingga RT 10, serta 32 lubang resapan biopori berhasil dibuat sebagai uapaya meningkatkan resapan air tanah. Selain itu, edukasi lingkungan juga berhasil dilaksanakan di MI Wasilatul Huda dan SDN Dukohkidul untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Program ini memperoleh dukungan yang baik dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan memberikan kontribusi positif terhadap konservasi lingkungan, peningkatan area penghijauan, dan penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.




