Peran Tim Multidisiplin dalam Penatalaksanaan Limfoma Non-Hodkin Stadium IV yang Kompleks: Laporan Kasus
DOI:
https://doi.org/10.29303/3rbxe444Keywords:
MDT, tumor board, Limfoma non-Hodkin, Cancer careAbstract
Abstract : The management of advanced stage non-Hodgkin lymphoma is increasingly complex due to rapid advances in diagnostic and therapeutic modalities and the involvement of multiple medical disciplines. A multidisciplinary team (MDT) approach is widely recognized as the gold standard in cancer care, enabling coordinated, evidence-based, and patient-centered decision-making. This case report describes the role of MDT in the management of a 57-year-old woman with stage IV diffuse large B-cell lymphoma complicated by multisystem involvement. Through structured MDT discussions, optimal multimodal therapy was delivered, clinical complications were effectively managed, and significant clinical improvement was achieved within a relatively short hospitalization period, despite limited healthcare resources. This case highlights that the MDT approach is feasible and beneficial in resource-limited healthcare settings.
Abstrak: Penatalaksanaan kanker, khususnya limfoma non-Hodgkin stadium lanjut, semakin kompleks seiring dengan perkembangan pesat modalitas diagnostik dan terapi serta keterlibatan berbagai disiplin medis. Pendekatan tim multidisiplin (multidisciplinary team / MDT) telah diakui sebagai standar emas dalam perawatan kanker karena memungkinkan pengambilan keputusan klinis yang terkoordinasi, berbasis bukti, dan berorientasi pada pasien. Laporan kasus ini menggambarkan peran MDT dalam penatalaksanaan seorang pasien perempuan usia 57 tahun dengan diffuse large B-cell lymphoma stadium IV yang disertai komplikasi multisistem. Melalui diskusi MDT yang terstruktur, pasien mendapatkan terapi multimodal yang optimal, komplikasi klinis dapat ditangani secara efektif, dan perbaikan klinis tercapai dalam waktu rawat inap yang relatif singkat meskipun berada pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan keterbatasan sumber daya. Laporan kasus ini menegaskan bahwa pendekatan MDT tetap feasible dan bermanfaat dalam meningkatkan kualitas perawatan kanker di rumah sakit daerah.

















