Main Article Content

Luh Gde Sri Adnyani Suari
I Gede Yasa Asmara
Ida Ayu Eka Widiastuti

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan IRR 2018, proporsi etiologi pasien PGTA di Indonesia yang terbanyak adalah hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hipertensi pada pasien PGTA yang menjalani hemodialisis di RSUD Provinsi NTB.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Populasi adalah pasien PGTA yang menjalani hemodialisis di RSUD Provinsi NTB pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan data rekam medis. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data univariat dan bivariat, dengan uji Chi-square dan pengolahan data dengan program SPSS.
Hasil: Dari 166 pasien PGTA, pria dan wanita berjumlah sama, usia paling banyak 40-59 tahun (62,7%). Pada penelitian ini, dari 166 pasien PGTA, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 113 sampel, dengan lama hemodialisis 1-5 tahun (62,8%),  hipertensi derajat 2 (67,3%), lama hipertensi ≥ 5 tahun (61,1%), ≥ 2 obat antihipertensi (61,9%), jenis obat antihipertensi CCB (92%) dan ARB (55,8%). Analisis bivariat dengan uji Chi-square didapatkan hasil tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (0,526), usia (0,364), dan lama hemodialisis (0,809) dengan kejadian hipertensi. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (0,887), usia (0,482), dan lama hemodialisis (0,283) dengan derajat hipertensi. Serta, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama hipertensi dengan lama hemodialisis (0,414) dan jumlah obat antihipertensi (0,618) pada pasien PGTA yang menjalani hemodialisis.
Kesimpulan: Karakteristik paling banyak berusia dewasa paruh baya (40-59 tahun), lama hemodialisis 1-5 tahun, mengalami hipertensi derajat 2, lama hipertensi ≥ 5 tahun, menggunakan ≥ 2 obat antihipertensi yaitu CCB dan ARB.
Kata Kunci: PGTA, hemodialisis, hipertensi, karakteristik.

Article Details