Main Article Content

Awang Fatwa Witjaksana
Emmy Amalia
Rika Hastuti Setyorini

Abstract

Latar Belakang: Perilaku bullying akan mempengaruhi kualitas hidup suatu individu.Iindividu yang mengalami bullyingakan memiliki kualitas hidup jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan perilaku bullying. Hal ini bedasarkan dari dampak yang diberikan pada perilaku bullying, dari segi fisik dan psikososial individu tersebut. Oleh karena itu perilaku bullying yang merusak hubungan antar sejawat dapat merusak kualitas hidup mahasiswa. Penelitian ini meniliti terkait hubungan antara perilaku bullying dengan kualitas hidup pada mahasiswa pendidikan dokter tahun ke-empat di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif dengan rancangan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku bullying dengan kualitas hidup pada Mahasiswa Tahun ke 4 di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Pendidikan Dokter. Data terkait perilaku bullying diperoleh menggunakan Olweus Bullying-Victim Questionnaire dan data terkait kualitas hidup diperoleh menggunakan kuesioner SF-36.
Hasil: Jumlah total responden penelitian yang memenuhi kriteria sebanyak 56 orang. Mayoritas responden tidak terlibat dalam perilaku bullying yaitu sebesar 44 orang, 6 orang merupakan pelaku, 4 orang merupakan korban, dan 2 orang merupakan korban-pelaku. Sebagian besar dari responden total memiliki kualitas hidup yang “baik”. Kebanyakan responden memiliki kualitas hidup yang buruk pada domain vitalitas
Kesimpulan: Kebanyakan responden yang tidak terlibat perilaku bullying  memiliki kualitas hidup yang baik, meskipun tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku bullying dengan kualitas hidup.
Kata kunci: bullying, kualitas hidup, mahasiswa kedokteran

Article Details