Main Article Content

Baiq Ananda Audia Arsiazi
Arfi Syamsun
Ida Lestari Harahap

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang penularannya dapat terjadi pada manusia ke manusia dan hewan ke manusia, yang mengakibatkan penyakit infeksi saluran nafas. Awal mulanya penyakit ini terjadi di Wuhan dan telah menyebar hingga Indonesia. Penyakit ini menimbulkan efek yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, hingga menimbulkan berbagai kontoversi salah satunya penolakan dan pengambilan paksa jenazah COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini terjadi karena tingkat pengetahuan masyarakat dan sikap yang kurang terkait protokol jenazah COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap masyarakat perkotaan dan pedesaan terhadap protokol jenazah COVID-19.
Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang) dengan menggunakan consecutive nonprobability sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh keluarga dari pasien yang meninggal karena COVID-19 di RSUD Kota Mataram. Penelitian ini melibatkan 40 orang responden.
Hasil: Pada penelitian ini terdapat 22 orang (88%) masyarakat perkotaan lebih banyak memiliki tingkat pengetahuan pada kategori tinggi dan masyarakat pedesaan sebanyak 15 orang (100%) memiliki pengetahuan dengan kategori sedang. Hasil uji Chi-Square menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara tingkat pengetahuan masyarakat perkotaan dan pedesaan terhadap protokol jenazah COVID-19 (p= 0.000) dan uji fisher menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara sikap masyarakat perkotaan dan pedesaan terhadap protokol jenazah COVID-19 (p=0.224).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara pengetahuan dan tidak ada perbedaan sikap pada masyarakat perkotaan dan pedesaan terhadap protokol jenazah COVID-19.
Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Mayarakat Perkotaan, Masyarakat Pedesaan, Protokol Jenazah COVID-19

Article Details