Main Article Content

Ath-Thariq Ramadhan
Putu Aditya Wiguna
Ika Primayanti

Abstract

Latar Belakang: Suhu tubuh menjadi indikator penting dalam penilaian kondisi kesehatan seseorang. Perkembangan teknologi dan situasi pandemi COVID-19 mendorong penggunaan non-contact infrared thermometer (NCIT) sebagai alat pengukur suhu yang diandalkan. Penelitian yang menilai keakuratan pengukuran oleh NCIT masih belum menunjukkan hasil yang konsisten, khususnya jika dibandingkan dengan termometer raksa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian hasil pengukuran suhu tubuh antara NCIT dengan termometer air raksa pada populasi dewasa.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional untuk menilai kesesuaian atau kesepakatan hasil pengukuran antara termometer inframerah non kontak dan hasil pengukuran termometer air raksa. Pengukuran suhu dilakukan berulang sebanyak tiga kali untuk masing-masing termometer dan hasil pengukuran oleh termometer air raksa dianggap sebagai nilai referensi pengukuran. Pengukuran suhu dilakukan pada 32 partisipan dewasa. Kesesuaian hasil pengukuran diuji dengan Intraclass Correlation Coefficient (ICC) dan analisis grafik Bland Altman.
Hasil: Didapatkan nilai ICC yang menilai kesesuaian hasil pengukuran oleh NCIT dengan termometer air raksa masih di bawah 0,5 yang artinya masuk ke dalam kategori tidak baik atau lemah. Hasil pengukuran NCIT dan termometer raksa menunjukkan rentang kesepakatan yang masih lebar (>1℃) pada grafik Bland Altman.
Kesimpulan: Hasil pengukuran suhu tubuh antara NCIT dan termometer air raksa menunjukkan tidak didapatkan kesesuaian yang baik.
Kata Kunci: Suhu Tubuh, Kesesuaian, Termometer Air Raksa, Termometer Inframerah Non-Kontak

Article Details