PENGUATAN BUDAYA LITERASI DESA MELALUI PROGRAM KKN PMD: STUDI KASUS DESA TERONG TAWAH
DOI:
https://doi.org/10.29303/kvd5ds41Kata Kunci:
Ekosistem Literasi, Proker Literasi Interaktif, Literasi Desa, Taman Bacaan MasyarakatAbstrak
Program Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram dilaksanakan di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat dengan tujuan memperkuat budaya literasi desa melalui revitalisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) As-Suhada. Latar belakang program ini adalah rendahnya tingkat literasi masyarakat desa, pengelolaan TBM yang belum optimal, serta minimnya partisipasi warga dalam kegiatan membaca. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan reflektif mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata pada pengelolaan TBM melalui pendataan dan penataan ulang 1.000 koleksi buku serta pencetakan kartu anggota. Program literasi interaktif juga berjalan efektif. Pada kegiatan Cerdas Mengulas Buku yang diikuti 21 siswa kelas IV SDN 3 Terong Tawah, sebanyak 20 siswa berhasil menjawab soal dengan baik sementara 1 siswa masih memerlukan pendampingan intensif. Pada proker Menulis Cerita Berbasis Bacaan yang diikuti 25 siswa kelas VI, nilai menulis meningkat dari kisaran 60–70 pada pra-test menjadi 75–90 pada post-test setelah diberikan pendampingan. Selain itu, kegiatan Membaca Nyaring dan Read Me a Book berhasil melibatkan 30 murid KB As-Suhada dan 30 siswa PAUD, program kerja literasi interaktif seperti Cerdas Mengulas Buku dan Menulis Cerita Berbasis Bacaan terbukti menjadi model efektif dalam meningkatkan minat baca, keterampilan memahami bacaan, dan kreativitas menulis pada anak-anak. Untuk keberlanjutan, diperlukan dukungan kelembagaan desa, penambahan koleksi bacaan yang lebih beragam, serta penguatan kader literasi lokal agar Desa Terong Tawah dapat berkembang menjadi desa literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Referensi
Cahaya Ilmu Bangsa. (2022). Efektivitas perpustakaan desa dalam meningkatkan budaya baca masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Literasi, 14(2), 55–63.
Creswell, J. W. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fitriani, N. (2023). Literasi kreatif sebagai penguatan budaya membaca generasi muda. Jurnal Pendidikan Literasi Indonesia, 5(1), 22–35.
Handayani, S. (2023). Tata kelola perpustakaan desa sebagai prasyarat ekosistem literasi berkelanjutan. Jurnal Perpustakaan dan Informasi, 9(2), 44–57.
Jamsi. (2022). Peningkatan budaya literasi anak melalui taman bacaan masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan, 4(3), 112–121.
Jamsi. (2023). Penataan ulang perpustakaan desa berbasis partisipasi masyarakat. Jurnal Literasi Nusantara, 2(1), 77–86.
JMP UIR. (2023). Kendala partisipasi masyarakat dalam program literasi desa. Jurnal Masyarakat dan Pendidikan, 6(2), 101–110.
Jurnal Pengabdian Sosial. (2024). Efektivitas program TBM dalam meningkatkan minat baca anak-anak desa. Jurnal Pengabdian Sosial, 8(1), 33–41.
Nuryanti, D. (2022). Local ownership dan keberlanjutan program literasi desa. Jurnal Pengembangan Masyarakat Desa, 7(3), 201–212. h
Putri, L., & Lestari, D. (2021). Peran koleksi bacaan beragam dalam keberhasilan program literasi desa. Jurnal Perpustakaan dan Literasi, 10(1), 50–61.
Rahmawati, I., & Nugraha, A. (2022). Efektivitas metode membaca nyaring dalam meningkatkan literasi dasar anak desa. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 4(2), 75–84.
Suryani, R., & Fitriani, N. (2022). Taman bacaan masyarakat sebagai sarana peningkatan budaya literasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(1), 64–72.
Suryani, R., & Hidayat, M. (2023). Community-based literacy: Strategi kolaboratif dalam pembangunan literasi desa. Jurnal Pengabdian Literasi Nusantara, 2(2), 88–97.
UNESCO. (2022). Global report on culture and sustainable development. Paris: UNESCO Publishing.
Wibowo, T., Santosa, A., & Mulyani, R. (2022). Penguatan literasi kritis melalui program TBM berbasis komunitas. Jurnal Pendidikan Masyarakat Indonesia, 6(1), 40–52.
Wijaya, H. (2024). Service learning dalam penguatan tridharma perguruan tinggi. Jurnal Pendidikan Tinggi Indonesia, 12(1), 13–25.


