KULTUR PAKAN ALAMI Phronima sp. PADA TINGKAT SALINITAS YANG BERBEDA
DOI:
https://doi.org/10.29303/jfn.v6i3.10975Kata Kunci:
Amphipoda, Kelangsungan Hidup, Pakan Alami, Salinitas, ZooplanktonAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perbedaan tingkat salinitas media pemeliharaan terhadap pertumbuhan populasi, reproduksi, siklus hidup, dan kandungan nutrisi Phronima sp. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Kurnaen Sumadiharga, Pusat Riset Budidaya Laut BRIN, Lombok Utara, selama 25 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas empat perlakuan salinitas: 35, 30, 25, dan 20 ppt, masing-masing dengan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah juvenil, lama perkembangan juvenil hingga dewasa, jumlah telur per induk, tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate), serta kandungan nutrisi proksimat. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan salinitas tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap seluruh parameter biologis yang diamati. Jumlah juvenil yang dihasilkan berkisar 14,75–16,25 individu per induk, sedangkan jumlah telur per induk generasi F1 berkisar 10,20–10,94 butir. Siklus hidup Phronima sp. berlangsung sekitar 18 hari, terdiri atas stadia induk bertelur (hari ke-0 hingga ke-3), juvenil (hari ke-3 hingga ke-15), dan dewasa (hari ke-15 hingga ke-18). Tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 70,01–74,97%. Kandungan protein tertinggi diperoleh pada salinitas 35 ppt (42,01%), sedangkan kandungan lemak tertinggi pada salinitas 25 ppt (6,62%). Secara keseluruhan, kisaran salinitas 20–35 ppt masih berada dalam batas toleransi fisiologis Phronima sp. sehingga dapat mendukung keberhasilan kultur sebagai pakan alami alternatif pengganti Artemia.




