Edukasi tentang Hoaks Obat dan Kesehatan di Media Sosial dengan Bijak Berselancar Bijak Berobat
Awareness Program on Drug and Health Hoaxes on Social Media: Browse Wisely, Medicate Safely
DOI:
https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v6i3.11528Kata Kunci:
Hoaks Kesehatan, Literasi Kesehatan Digital, Media Sosial, Penggunaan Obat Rasional, RemajaAbstrak
Perkembangan media sosial memberikan kemudahan bagi remaja dalam memperoleh informasi mengenai obat dan kesehatan, tetapi pada saat yang sama meningkatkan risiko paparan informasi yang tidak benar atau hoaks. Rendahnya kemampuan dalam menilai kredibilitas sumber informasi dapat menyebabkan remaja menerima dan menyebarkan informasi kesehatan tanpa melakukan verifikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan digital siswa dalam mengenali, memverifikasi, dan menyikapi informasi hoaks mengenai obat dan kesehatan di media sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Pekalongan dengan melibatkan 40 siswa. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan identifikasi hoaks, analisis contoh informasi kesehatan di media sosial, serta kuis. Materi mencakup pengertian dan karakteristik hoaks kesehatan, dampak penyebaran informasi yang salah, penggunaan obat secara rasional, serta cara melakukan verifikasi informasi melalui pendekatan Source, Medical Expert, Accuracy, Reference, and Think Before Sharing (SMART). Media SMART-HOAX Card digunakan sebagai panduan praktis bagi siswa dalam melakukan penyaringan informasi sebelum membagikannya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan siswa dalam mengenali informasi kesehatan yang perlu diverifikasi serta pentingnya menggunakan sumber informasi yang kredibel. Kegiatan juga meningkatkan kesadaran siswa untuk lebih kritis terhadap informasi obat dan kesehatan yang diperoleh melalui media sosial. Hasil program ini menunjukkan bahwa edukasi literasi kesehatan digital berbasis interaktif dapat menjadi salah satu strategi preventif untuk membentuk perilaku bijak dalam mengakses dan menyebarkan informasi kesehatan di kalangan remaja. Disarankan agar edukasi ini dilakukan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dalam kegiatan sekolah untuk memperkuat kemampuan siswa dalam memverifikasi informasi obat dan kesehatan.




