Pelatihan Guru Mengembangkan Soal Literasi Matematika Berbasis Budaya Papua Berbantuan Artificial Intelligence
Teacher Training on Developing Papua Culture-Based Mathematical Literacy Questions Assisted by Artificial Intelligence
DOI:
https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v6i3.11339Kata Kunci:
Asesmen Berbasis Budaya, Etnomatematika Papua, Kecerdasan Buatan, Literasi Matematika, Pelatihan GuruAbstrak
Rendahnya capaian literasi matematika siswa Indonesia, skor 366 pada PISA 2022 terhadap rerata OECD 472, menempatkan guru sebagai simpul pembenahan, terutama di wilayah yang kekayaan budayanya belum digarap menjadi konteks belajar. Pengabdian ini bertujuan menguatkan pemahaman guru mengenai literasi matematika sekaligus melatih keterampilan menyusun soal literasi bermuatan budaya Papua dengan bantuan platform Asisten Guru berbasis AI. Mitranya sepuluh guru SMP Negeri 10 Kota Jayapura, Distrik Muara Tami, kawasan yang berbatasan dengan Papua Nugini. Kegiatan berbentuk pelatihan partisipatif empat fase: persiapan, pelaksanaan inti, evaluasi ketercapaian, dan pemantauan. Pelaksanaan inti menempuh empat tahap, yaitu pemantapan konsep, penggalian konteks budaya, praktik perintah terstruktur enam unsur dengan verifikasi wajib, serta telaah silang berpasangan dan revisi kolaboratif. Data tes awal, tes akhir, rubrik telaah butir, dan lembar observasi diolah secara deskriptif dengan gain ternormalisasi. Seluruh indikator tercapai dan tiga di antaranya terlampaui. Rerata skor bergerak dari 41,00 ke 93,50 dengan gain 0,89 berkategori tinggi, seluruh peserta meningkat, dan simpangan baku menyusut 80,7 persen sehingga pemahaman lebih merata. Terhimpun 100 butir berkonteks Papua; 64 butir lolos telaah putaran pertama dan seluruhnya layak sesudah satu putaran revisi. Seluruh kebutuhan perbaikan terpusat pada komponen konteks: mesin menghasilkan konteks yang tepat secara kewilayahan namun belum akrab bagi siswa, sehingga titik kritis pekerjaan guru bergeser dari memproduksi menjadi mengurasi. Tindak lanjut yang disepakati mencakup pembentukan kelompok pengembang soal dengan jadwal telaah berkala, uji coba butir kepada siswa untuk memperoleh daya beda dan tingkat kesukaran, serta pendampingan daring dan kunjungan berkala tim pengabdi.




