Personal Branding terhadap Persiapan Karier melalui Pelatihan Portofolio Digital Berbasis Website pada Siswa SMK
Personal Branding for Career Preparation through Website-Based Digital Portfolio Training Program for Vocational High School Students
DOI:
https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v6i3.12005Keywords:
Canva, Kesiapan Karier, Personal Branding, Portofolio Digital, Siswa SMKAbstract
Perkembangan teknologi digital menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menampilkan kompetensi, pengalaman, dan hasil karya secara profesional. Siswa Program Keahlian Desain Produksi Busana memiliki berbagai karya praktik, sertifikat, dan pengalaman yang berpotensi dikembangkan menjadi portofolio digital, tetapi belum terdokumentasi dan disajikan secara sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam membuat portofolio digital berbasis website menggunakan Canva sekaligus mendukung penguatan personal branding dan kesiapan karier. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan survei, identifikasi masalah, desain program, implementasi, evaluasi dan tindak lanjut, serta pelaporan. Pelatihan diikuti oleh 45 siswa melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui wawancara, pre-test/post-test, uji Wilcoxon Signed-Rank, angket kepuasan, dan penilaian produk menggunakan rubrik. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 97,07 pada pre-test menjadi 99,27 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan setelah pelatihan (Z = -3,014; p = 0,003). Tingkat kepuasan peserta mencapai 93,98% dengan kategori sangat puas, sedangkan penilaian produk menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan portofolio digital berbasis website menggunakan Canva. Hasil wawancara menunjukkan bahwa Canva telah dikenal oleh siswa dan guru, tetapi pemanfaatannya untuk portofolio digital dan personal branding belum optimal. Secara keseluruhan, kegiatan memberikan kontribusi positif dalam membantu siswa mengorganisasi dan menampilkan kompetensi, pengalaman, serta karya secara digital sebagai bagian dari penguatan personal branding dan persiapan menghadapi dunia kerja. Kegiatan serupa disarankan untuk dilakukan secara berkelanjutan agar kemampuan personal branding peserta terus berkembang.




