Implementasi Program Kotak Saran sebagai Media Komunikasi Siswa dan Sekolah pada Kegiatan KKN di SMA Negeri 13 Samarinda
The Implemention of a Suggestion Box Program as a Medium of Communication between Students and School Administration: A Community Service Program at SMA Negeri 13 Senior High School of Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v6i3.11941Keywords:
Komunikasi Sekolah, Kotak Saran, Kuliah Kerja Nyata, Partisipasi Siswa, Studi Deskriptif KualitatifAbstract
Kotak saran merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 114 yang dilaksanakan di SMA Negeri 13 Samarinda sebagai upaya membuka ruang komunikasi antara siswa dan pihak sekolah secara anonim dan aman. Permasalahan mitra yang melatarbelakangi program ini adalah minimnya media formal bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran kepada sekolah tanpa rasa takut menghadapi tekanan sosial. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan proses implementasi program kotak saran serta respons dan partisipasi siswa dan pihak sekolah terhadap keberadaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, dokumentasi isi kotak saran, dan wawancara semi-terstruktur terhadap satu orang kepala sekolah, tiga orang guru, dan tiga orang siswa perwakilan kelas X, XI, dan XII. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kotak saran diterima secara positif oleh seluruh narasumber. Pihak sekolah menetapkan mekanisme pengecekan mingguan oleh petugas Tata Usaha dan menindaklanjuti saran melalui tindakan langsung atau penyampaian pada amanat upacara bendera. Guru menilai kotak saran efektif sebagai media alternatif bagi siswa yang segan menyampaikan pendapat secara langsung, sedangkan siswa menilai sifat anonim kotak saran memberi rasa aman dan kebebasan berpendapat. Kendala yang ditemukan meliputi rendahnya sosialisasi dan kekhawatiran sebagian siswa terhadap kerahasiaan identitas. Program ini disimpulkan efektif sebagai media komunikasi dua arah, namun keberlanjutannya bergantung pada konsistensi tindak lanjut dan sosialisasi rutin dari pihak sekolah. Berdasarkan hasil kegiatan, saran untuk SMA Negeri 13 Samarinda adalah agar pihak sekolah melakukan sosialisasi rutin mengenai fungsi dan alur kotak saran, misalnya pada awal semester atau saat upacara bendera, serta menegaskan jaminan kerahasiaan identitas pengirim agar seluruh siswa merasa aman. Sekolah juga disarankan menjaga konsistensi pengecekan mingguan oleh petugas Tata Usaha dan mengumumkan tindak lanjut atas saran yang masuk secara terbuka, sehingga siswa yakin bahwa masukan mereka benar-benar didengar. Selain itu, keberlanjutan program dapat diperkuat dengan menunjuk penanggung jawab tetap dan mengevaluasi isi kotak saran secara berkala sebagai bahan perbaikan layanan sekolah.




