Pelatihan Ecobrick sebagai Upaya Mitigasi Bencana melalui Pengelolaan Sampah pada Remaja Usia Awal di Kelurahan Sumbersari Kota Malang
Ecobrick Training Program as a Disaster Mitigation Effort through Waste Management among Younger Teens in Sumbersari Urban Village of Malang City
DOI:
https://doi.org/10.29303/darmadiksani.v6i3.11764Keywords:
Ecobrick, Mitigasi Bencana, Pengelolaan SampahAbstract
Sampah masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana. Pengelolaan sampah melalui edukasi dan pemanfaatan kembali sampah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan sejak usia remaja. Kegiatan proyek kepemimpinan berupa pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan remaja awal dalam pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana melalui pelatihan pembuatan ecobrick. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa PPG Calon Guru Angkatan 1 Tahun 2026 Universitas Negeri Malang di Kelurahan Sumbersari, Kota Malang, dengan melibatkan 28 remaja berusia 10–14 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan melalui edukasi, praktik pembuatan ecobrick, inovasi pemanfaatan produk, serta monitoring selama satu bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perubahan perilaku peserta dalam menjaga lingkungan mencapai 57%. Selain itu, tingkat kendala yang dihadapi peserta dalam penerapan ecobrick sebesar 12% dan berada pada kategori rendah, yang menunjukkan bahwa peserta relatif mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan. Peserta juga mampu memanfaatkan ecobrick menjadi produk fungsional berupa kursi dan tempat sampah serta memanfaatkan tutup botol menjadi tempat pensil. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan ecobrick yang dipadukan dengan praktik langsung dan monitoring dapat menjadi alternatif pendekatan pemberdayaan remaja dalam meningkatkan perilaku peduli lingkungan dan mendukung upaya mitigasi bencana melalui pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Program serupa disarankan untuk terus dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak remaja serta unsur keluarga dan sekolah agar kesadaran pengelolaan sampah sebagai upaya mitigasi bencana dapat terbentuk secara berkelanjutan.




