Rekonstruksi Keadilan Gender Dalam Hukum Waris Islam : Studi Partikularistik Terhadap Peradilan Masyarakat Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.29303/qvv0yf29Kata Kunci:
Hukum Wasris Islam, Gender EqualityAbstrak
Penelitian ini menganalisis praktik hukum waris Islam di Gorontalo dalam perspektif keadilan gender melalui pendekatan partikularistik yang mengintegrasikan norma syariah, hukum adat, dan hukum nasional. Secara normatif, sistem faraid menetapkan pembagian waris dengan rasio 2:1 antara laki-laki dan perempuan yang secara historis didasarkan pada tanggung jawab ekonomi laki-laki sebagai pencari nafkah utama. Namun, dalam praktik masyarakat Gorontalo, penerapan hukum waris tidak berlangsung secara tekstual dan kaku, melainkan mengalami adaptasi melalui mekanisme adat seperti musyawarah (modaha u-pango), pemberian hibah, serta prioritas penguasaan aset domestik bagi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus untuk mengkaji interaksi antara Kompilasi Hukum Islam (KHI), hukum adat Gorontalo, dan yurisprudensi Mahkamah Agung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep harta bersama dalam KHI berfungsi sebagai instrumen penting dalam melindungi hak ekonomi perempuan sebelum pembagian waris dilakukan. Selain itu, praktik peradilan agama di Gorontalo menunjukkan adanya aktivisme yudisial melalui penafsiran progresif terhadap Pasal 97 KHI dengan mempertimbangkan kontribusi riil, beban ganda, dan kondisi sosial perempuan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip maslahah dan teori keadilan substantif, termasuk pemikiran Gustav Radbruch yang menempatkan keadilan di atas kepastian hukum. Dengan demikian, praktik kewarisan di Gorontalo merepresentasikan model hybrid justice yang mampu menjembatani ketegangan antara norma tekstual dan realitas sosial, sekaligus memperkuat perlindungan ekonomi perempuan dalam sistem hukum waris Islam.
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3019.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186, Tambahan Lembaran Negara Nomor 6401.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1989 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3400.
Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5076.
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan CEDAW, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3277.
Putusan Pengadilan
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 179 K/Sip/1961.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 415 K/Sip/1970.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 4766 K/Pdt/1998.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 1048 K/Pdt/2012.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 147 K/Pdt/2017.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 573 K/Pdt/2017.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 1130 K/Pdt/2017.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 266 K/AG/2010.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Putusan No. 503 K/AG/2022.
Pengadilan Agama Gorontalo. Putusan No. 12/Pdt.G/2020/PA.Gtlo.
Pengadilan Agama Gorontalo. Putusan No. 546/Pdt.G/2013/PA.Gtlo.
Pengadilan Agama Gorontalo. Putusan No. 618/Pdt.G/2023/PA.Gtlo.
Pengadilan Agama Jakarta Timur. Putusan No. 2531/Pdt.G/2022/PAJT.
Buku
S. Ropiah. Rekonstruksi Kewarisan Islam dalam Bingkai Maqashid Syari’ah. Jawa Barat: Goresan Pena, 2026.
N. Tine. Tradisi Molonthalo: Meneropong Budaya Lokal di Gorontalo. Gorontalo: Ideas Publishing, 2018.
K. Kurniawan. Perempuan dalam Perspektif Hukum Islam dan HAM. DKI Jakarta: Publica Indonesia Utama, 2022.
I. Abdurahman. Buku Ajar Peradilan di Indonesia. Jawa Barat: Goresan Pena, 2026.
L. M. Ghandi Lapian. Disiplin Hukum yang Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2012.
Peter Mahmud Marzuki. Penelitian Hukum. Cet. 4. Jakarta: Kencana, 2008.
Sofyan A. P. Kau. Tafsir Islam atas Adat Gorontalo: Mengungkap Argumen Filosofis-Teologis. Gorontalo: IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2013.
Sofyan A. P. Kau. Akulturasi Islam dan Budaya Lokal: Studi Islam tentang Ritus-Ritus Kehidupan dalam Tradisi Lokal Muslim Gorontalo. Gorontalo: IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2018.
Jurnal, Skripsi, Thesis dan Disertasi
Ahris. Pembagian Waris dalam Perspektif Hukum Islam (Analisis Surat An-Nisa Ayat 11). Skripsi, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, n.d. http://repo.uinsatu.ac.id/3115/10/SUMMARY%20Ahris.pdf.
Anisyaniawati, Fauzan Naufal Kusuma, Haifa Zanati, dan Hemmalika Alyanti Chandra. “Konsep Hukum dan Keadilan dalam Pemikiran Gustav Radbruch.” Praxis: Jurnal Filsafat Terapan 3, no. 1 (2025): 1–15. https://journal.forikami.com/index.php/praxis/article/download/954/662/6807.
Basith Junaidiy, A. “Harta Bersama dalam Hukum Islam di Indonesia.” Al-Qānūn 17, no. 2 (2014): 353–376.
Debora Siregar, Gracia Patunia Butarbutar, Jelita Teresia Br. L. Tobing, dan Angelia Selina. “Hak Waris Anak Perempuan Menurut Hukum Adat Batak Toba: Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 179 K/SIP/1961.” Jurnal Adat dan Budaya Indonesia 7, no. 1 (2025): 66–71. https://doi.org/10.23887/jabi.v7i1.81049.
El Sobirin Hasibuan. Diskursus Hibah dalam Waris: Studi Tafsir Lintas Madzhab Bercorak Fiqh. Tesis Magister, Universitas PTIQ Jakarta, 2025. https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1793/1/2024-EL%20SOBIRIN%20HASIBUAN-2022.pdf.
Fitri Kurniawati dan Imahda Khoiri Furqon. “Akulturasi Hukum Islam dan Tradisi Lokal: Praktik Perkawinan dan Pewarisan di Komunitas Muslim Indonesia.” Mu’asyarah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 1 (2025). https://ejournal.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/muasyarah/article/view/8545.
Hamid Pongoliu. “Dialektika Hukum Waris Adat dan Hukum Waris Islam di Kota Gorontalo.” Jurnal Al-Himayah 3, no. 2 (2019): 145–172. https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ah/article/view/1042.
———. “Pembagian Harta Waris dalam Tradisi Masyarakat Muslim di Gorontalo.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam 13, no. 2 (2019): 241–258.
Hidayati, N. Analisis Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam tentang Pembagian Harta Bersama (Studi Putusan Pengadilan Agama). Skripsi, Universitas Lampung, 2019.
Jailani, M. S. “Konsep Keadilan dalam Pembagian Harta Waris Perspektif Hukum Islam.” El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam 10, no. 2 (2024): 123–138. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/faqih/article/download/2523/1489.
Kurniawan, Muhamad Beni. “Pembagian Harta Bersama Ditinjau dari Besaran Kontribusi Suami Istri dalam Perkawinan.” Jurnal Yudisial 11, no. 1 (2018): 41–53. https://doi.org/10.29123/jy.v11i1.224.
Rahmi, Rahmi, Jayusman, Nur Azizah, Efrinaldi, dan Rahmawati. “Legal Dynamics of Financial Responsibility and Marital Property in Marriage in Indonesia.” USRATY: Journal of Islamic Family Law 3, no. 1 (2025): 14–26. https://doi.org/10.30983/usraty.v3i1.8948.
Rahmah, Sitti, dan M. Tahir Maloko. “Pembagian Warisan dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat di Indonesia.” Jurnal Diskursus Islam 10, no. 2 (2022): 197–210. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/diskursus_islam/article/view/6866.
Setyanto, A. R. Sistem Pembagian Warisan Masyarakat Muslim Lampung Pepadun di Desa Penagan Ratu Lampung Utara. Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2024. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/65537/.
Zainal Arifin Hoesein. “Negara Hukum, Demokrasi, dan Judicial Review.” Undang: Jurnal Hukum 1, no. 2 (2018): 281–306. https://doi.org/10.22437/ujh.1.2.281-306.
Artikel Internet
Achmad Faozan. “Dilema Hukum Waris: Islam, Adat atau Perdata, Salah Pilih Bisa Runyam! Bagaimana Solusinya?” Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UINSSC. July 6, 2025. https://pkbh.uinssc.ac.id/dilema-hukum-waris-islam-adat-atau-perdata-salah-pilih-bisa-runyam-bagaimana-solusinya/.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. “Kakankemenag Pohuwato: Syariat dan Adat, Dua Hal yang Tidak Terpisahkan.” March 1, 2022. https://gorontalo.kemenag.go.id/daerah/kakankemenag-pohuwato-syariat-dan-adat-dua-hal-yang-tidak-terpisahkan.
Komisi Yudisial Republik Indonesia. “Karakterisasi Yurisprudensi Nomor 1048 K/Pdt/2012 tentang Persamaan Hak Laki-Laki dan Perempuan dalam Waris.” 2024. https://karakterisasi.komisiyudisial.go.id/?view=t5nsyMraxMLmx9%2Fn2uDj18bg0g%3D%3D&id=p2it.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. “Formula Radbruch dan Dialektika Filsafat Hukum.” MariNews. November 25, 2025. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/formula-radbruch-dan-dialektika-filsafat-hukum-0BW.
———. “Harta Bersama di Indonesia, Dari Tradisi ke Kompilasi.” MariNews. January 15, 2026. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/harta-bersama-di-indonesia-dari-tradisi-ke-kompilasi-0MY.
———. “Legal Standing Perempuan Menggugat Pembagian Harta Waris.” MariNews. August 19, 2025. https://marinews.mahkamahagung.go.id/putusan/legal-standing-perempuan-menggugat-pembagian-harta-waris-0uX.
Metro University. “Hukum Islam dan Budaya Lokal.” March 10, 2025. https://www.metrouniv.ac.id/artikel/hukum-islam-dan-budaya-lokal/.
Pengadilan Negeri Purwakarta. “Pedoman Penanganan Perempuan Berhadapan dengan Hukum.” November 7, 2023. https://pn-purwakarta.go.id/pedoman-penanganan-perempuan-berhadapan-dengan-hukum.html.
Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo. “Harta Bersama Menurut Tata Aturan Perundangan.” January 21, 2025. https://www.pta-gorontalo.go.id/berita/kolom-kpta/4132-harta-bersama-menurut-tata-aturan-perundangan-dr-h-chazim-maksalina-m-h.
Rowanti, Devy Meris. “Konsep Keadilan Gender dalam Pembagian Waris: Analisis Tafsir Al-Misbah Surat An-Nisa Ayat 11.” IBIH Tafsir. February 2, 2024. https://ibihtafsir.id/2024/02/02/konsep-keadilan-gender-dalam-pembagian-waris-analisis-tafsir-al-misbah-surat-an-nisa-ayat-11/.






