PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEMBURU LEBAH DALAM PEMANENAN LESTARI DAN BERKELANJUTAN MADU APIS DORSATA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v6i3.8063Kata Kunci:
Honey harvesting, Ecological sustainability, Apis dorsata, Conservation, Gunung Rinjani National ParkAbstrak
Hutan tropis Indonesia, khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), memiliki peran penting dalam mendukung keanekaragaman hayati dan kesejahteraan masyarakat lokal. Namun, pemanenan madu lebah hutan (Apis dorsata) yang dilakukan secara tradisional seringkali tidak memperhatikan prinsip keberlanjutan ekologis, yang berpotensi merusak habitat lebah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi teknis dan ekologis pemburu lebah melalui pelatihan berbasis konservasi, yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), dengan pendekatan partisipatif dalam lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas teknis, pemahaman ekologis, dan perubahan perilaku para pemburu lebah menuju praktik pemanenan yang lebih ramah lingkungan. Implikasi dari kegiatan ini adalah terciptanya model pemanenan madu yang berkelanjutan, yang tidak hanya melestarikan habitat lebah tetapi juga meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal.
Kata Kunci : Pemanenan madu, Keberlanjutan ekologis, Apis dorsata, Konservasi, Taman Nasional Gunung Rinjani









