EKSPLORASI POTENSI WISATA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI PULAU KALONG KABUPATEN SUMBAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.29303/pepadu.v7i1.10904Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi potensi wisata dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau kalong. Pulau Kalong, yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, merupakan destinasi pariwisata yang kaya akan keindahan alam bawah laut dan pantai. Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Kalong memerlukan pemahaman yang mendalam tentang berbagai pihak yang terlibat atau berkepentingan (stakeholder). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata di Pulau Kalong, seperti pemerintah daerah, pengusaha pariwisata, masyarakat setempat, dan organisasi non-pemerintah yang peduli lingkungan. Selain itu, juga dilakukan analisis dokumen terkait kebijakan dan regulasi pariwisata di tingkat lokal dan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan pariwisata Pulau Kalong, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola wisata, dan lembaga lingkungan. Pemerintah daerah memiliki peran sentral dalam menyusun kebijakan dan regulasi yang mendukung pariwisata berkelanjutan. Pengusaha pariwisata memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi ekonomi, namun perlu diimbangi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Masyarakat setempat memiliki kepentingan terkait pelestarian budaya dan lingkungan, sementara lembaga lingkungan memiliki peran pengawasan dan advokasi untuk memastikan keberlanjutan ekosistem pulau. Dengan pemahaman yang mendalam tentang stakeholder dan dinamika interaksi antar mereka, penelitian ini memberikan kontribusi untuk merancang strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Kalong. Implikasi kebijakan mencakup penguatan peran pemerintah dalam pengelolaan pariwisata, pembentukan kemitraan antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat lokal, serta penerapan praktik ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan Pulau Kalong sebagai destinasi pariwisata.










