Negosiasi Maskulinitas Hegemonik dalam Ruang Domestik Karakter Moko Pada Film 1 Kakak 7 Ponakan: Perspektif Raewyn Connell
DOI:
https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.9911Kata Kunci:
Maskulinitas Hegemonik, Ruang Domestik, Raewyn Connell, FilmAbstrak
Penelitian ini berlandaskan pada pergeseran stereotip maskulinitas tradisional yang dulu menempatkan laki‑laki sebagai figur dominan di ruang publik, kini beralih kepada peran aktif di lingkungan rumah. Tujuan studi ini adalah mengkaji cara maskulinitas hegemonik dinegosiasikan oleh karakter Moko dalam film 1 Kakak 7 Ponakan melalui kerangka maskulinitas Raewyn Connell. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sudut pandang sosiologi sastra. Data berupa teks dan rekaman audiovisual diperoleh lewat kajian literatur serta teknik observasi dan pencatatan, lalu dianalisis dengan model interaktif. Temuan menunjukkan bahwa Moko, mewakili generasi sandwich kelas menengah‑bawah, mengalami maskulinitas yang terkompromi karena tekanan struktural ekonomi. Ruang domestik menjadi medan negosiasi di mana Moko membangun konstruksi maskulinitas hegemonik yang alternatif. Ia tidak sepenuhnya mematuhi standar dominasi tradisional; justru Moko menegakkan nilai tanggung jawab dan kepemimpinan secara lebih fleksibel, empatik, dan relasional dalam peran pengasuhan. Kesimpulannya, peran laki‑laki di ranah rumah bukanlah penurunan identitas maskulin, melainkan bentuk transformasi dan adaptasi terhadap dinamika sosial kontemporer.
Referensi
Ardiyanto, D., Asbari, M., & Ristanto, M. R. (2024). Tantangan dan solusi generasi sandwich: Mengelola tekanan finansial dan emosional. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi Dan Bisnis, 1(2), 31-34.
Connel, R. W., & Messerschmidt, J. W. (2005). Hegemonic masculinity rethinking the concept. Genderand Society, 19(6), 829–859. https://doi.org/10.1177/0891243205278639
Connell, R. W. (2005). Masculinities (Second Edi). University of California Press Berkeley.
Damono, S. D. (1984). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Damono, S. D. (2022). Sosiologi Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Dewanto, M. R. (2025). Resepsi Penonton terhadap Representasi Maskulinitas Hegemoni dalam Tokoh Utama Film Argylle. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 1577. https://journal.stmiki.ac.id/index.php/jimik/article/view/1517/1068
Hidayah, T. N., Kusumaningsih, D., & Sotlikova, R. (2024). Memperjelas Konsep Bahasa Maskulin melalui Analisis Pengunaan Gaya Bahasa pada Lagu Noah Seperti Kemarin. Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 31–39. https://doi.org/10.32585/klitika.v6i1.4900
Machsunah, U., Risnawati, R., & Amelia, S. (2025). Representasi Maskulinitas Tokoh Utama Pria dalam Film “Dear Nathan: Thank You Salma”: Analisis Semiotika John Fiske. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 4(1), 40–55. https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/530
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rifai, A., Ahmadi, A., & Rengganis, R. (2022). Laki-laki Madura dalam Kumpulan Esai Madura Niskala Karya Royyan Julian: Studi Maskulinitas. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 8(3), 1894–1910. https://doi.org/10.58258/jime.v8i3.3542
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Saputra, F., & Albab, C. (2024). Representasi Maskulinitas Dalam Karakter Dom : (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film Jakarta Vs Everybody). (2024). Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 6(2), 261-277. https://doi.org/10.24076/pikma.v6i2.1476
Sukmawati, N. L. A. (2024). Menggugat Stereotip Maskulinitas: Peran Ayah Tunggal dalam Film Rumah Aya (2021). Jurnal Media Dan Komunikasi, 4(2), 96–110. https://doi.org/10.20473/medkom.v4i2.55735
Subandrio, I. (2025). Dominasi Lelaki Dan Wacana Tubuh: Membaca Maskulinitas Dalam Novel The Story Of Jan Dara Karya Utsana Phleungtham. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 149. https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jentera/article/d o wnload/7918/2415
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Monalisa Senada Sitompul, Aisyah Rizkiah Nasution, Emya Gita Caroline, Tomy Arianto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Kopula: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY License). This license allows authors to use all articles, data sets, graphics, and appendices in data mining applications, search engines, web sites, blogs, and other platforms by providing an appropriate reference. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and will retain publishing rights without restrictions.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Kopula: Jurnal Pendidikan dan Bahasa.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





