Makna Dan Komposisi Umpasa “Mangupa-Upa” Dalam Tradisi Batak Toba: Kajian Sastra Lisan Perspektif Ruth Finnegan

Penulis

  • Nehemia Diah Kristalia Sianturi Universitas Negeri Medan
  • Anisa Br Pelawi Universitas Negeri Medan
  • Delvina Amelia Ramadhani Universitas Negeri Medan
  • One Albert Jelita Laoli Universitas Negeri Medan
  • David Afrianus Pasaribu Universitas Negeri Medan
  • Heny Anggreini Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.9856

Kata Kunci:

Mangupa-upa, Batak Toba, Sastra Lisan, Ruth Finnegan

Abstrak

Abstrak

Penelitian ini membahas makna dan komposisi umpasa Mangupa-upa dalam tradisi Batak Toba. Tradisi Mangupa-upa merupakan salah satu ritual adat yang mengandung doa, harapan, serta nasihat yang disampaikan kepada seseorang yang sedang menjalani peristiwa penting dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna serta struktur komposisi umpasa sebagai bentuk sastra lisan. Metode penelitian yang dipakai ialah metode penelitian kualitatif yang dibarengi dengan teknik pengumpulan data dengan hasil berupa studi pustaka dan wawancara secara mendalam. Analisis data dilakukan dengan memakai kajian sastra lisan perspektif Ruth Finnegan yang mendeskripsikan bagaimana aspek pemaknaan dan komposisi umpasa Mangupa-upa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpasa berfungsi sebagai media penyampaian doa, pesan moral, serta nilai-nilai sosial dalam masyarakat Batak Toba. Selain itu, komposisi umpasa memperlihatkan penggunaan bahasa simbolik, repetisi, serta struktur puitis yang khas dalam tradisi lisan.

Kata-kata kunci: Mangupa-Upa, Batak Toba, Sastra Lisan, Ruth Finnegan 2

 

Referensi

Aripin, M. (2018). Mangupa Ditinjau Dari Perspektif Hukum Islam. Jurnal El-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 4(1), 48–60.

Danandjaja, J. (2007). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Grafiti Pers.

Finnegan, R. (1992). Oral Tradition and the Verbal Arts: A Guide to Research Practices. London & New York: Routledge.

Hasuna, K., & Komalasari, I. (2018). Analisis Sastra Lisan Dindang pada Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(1): 47.

Hutabarat, I., & Khalisa, L. (2019). Kearifan Lokal Dalam Umpasa Batak Toba. Jurnal Littera: Fakultas Sastra Darma Agung, 1(2), 229-237.

Koentjaraningrat. (2017). Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan: 96.

Muslimin, M. F. (2019). Aspek Kelisanan Dan Fungsi Pada Mantra Bato Peter, Mitos Menstruasi, Mantra Prosesi Drojogan Dan Sastra Lisan Lawas (he Orality And Function Aspects in Bato Peter Mantra, Myth Menstruation, Spell of Grojogan Procession and Lawas Oral Literature). Totobuang, 7(2): 349.

Miles, Matthew B., dan A. Michael Huberman. 1994. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.

Noermanzah, N. (2017). Plot in a Collection of Short Stories “Sakinah Bersamamu” Works of Asma Nadia with Feminism Analysis. Humanus, 16(1): 28.

Pulungan, A. (2018). Dalihan Na Tolu: Peran dalam Proses Interaksi antara Nilai-Nilai Adat Dengan Islam pada Masyarakat Mandailing dan Angkola Tapanuli Selatan. Perdana Publishing.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tampubolon, F., Pasaribu, K. N., Aritonang, S. Tradisi (2024) Tradisi Mangupa-Upa Pada Masyarakat Batak Toba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2): 25609.

Diterbitkan

2026-03-14

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Makna Dan Komposisi Umpasa “Mangupa-Upa” Dalam Tradisi Batak Toba: Kajian Sastra Lisan Perspektif Ruth Finnegan. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(1), 196-206. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.9856