Algoritma Dan Viralitas Dalam Era Post-Truth: Tenggelamnya Narasi Permintaan Maaf Knetz Di Tengah Konflik Knetz Vs SEAblings

Penulis

  • Nazwa Annisa Universitas Negeri Medan
  • Nency Siagian Universitas Negeri Medan
  • Ezra Dwi Astuti Saragih Universitas Negeri Medan
  • Mory Nadya Ompusunggu Universitas Negeri Medan
  • Ika Ramadhani Universitas Negeri Medan
  • Mara Untung Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.9834

Kata Kunci:

Post-truth, algoritma media sosial, viralitas, konflik digital, opini publik, X

Abstrak

Penelitian ini mengkaji bagaimana algoritma media sosial dan viralitas mempengaruhi konflik digital pada era post-truth, khususnya dalam perselisihan antara komunitas Knetz dan SEAblings di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka serta pengamatan terhadap unggahan dan interaksi pengguna pada platform X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial cenderung memprioritaskan konten yang menghasilkan interaksi tinggi, seperti komentar, likes, dan shares. Akibatnya, konten yang bersifat kontroversial dan memicu emosi terkait konflik tersebut menyebar lebih cepat dan mendominasi linimasa pengguna, sementara unggahan yang berisi klarifikasi atau permintaan maaf justru mendapatkan visibilitas dan interaksi yang lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pada era post-truth, opini publik di media sosial sering kali lebih dipengaruhi oleh reaksi emosional dan logika viralitas dibandingkan fakta objektif, sehingga narasi konflik lebih mudah diperkuat sementara upaya rekonsiliasi menjadi kurang terlihat dalam ruang diskursus publik digital

Referensi

Alfifa, A. N., Batubara, V. F. R., Sakinah, K., Manik, J., & Yoes, R. A. (2025). Media Sosial dan Pembentukan Opini Publik (Analisis Studi Kasus Echo Chamber Pada Interaksi Komentar di Akun Instagram @Turnbackhoaxid Dalam Konteks Post–Truth). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(6).

Arifin, N. F., & Fuad, A. J. (2020). Dampak post-truth di media sosial. Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 10(3), 376–378.

Berger, J., & Milkman, K. (2012). What makes online content viral? Journal of Marketing Research.

Gillespie, T. (2014). The relevance of algorithms. In Media Technologies: Essays on Communication, Materiality, and Society. MIT Press.

Gillespie, T. (2018). Custodians of the Internet: Platforms, Content Moderation, and the Hidden Decisions That Shape Social Media. Yale University Press.

Keyes, R. (2004). The Post-Truth Era: Dishonesty and Deception in Contemporary Life. New York: St. Martin’s Press.

Lewandowsky, S., Ecker, U. K., & Cook, J. (2017). Beyond misinformation: Understanding and coping with the post-truth era. Journal of Applied Research in Memory and Cognition.

Marbun, D. C. (2025). Manifestasi Post Truth: Analisis Wacana Kritis Atas Konten Deepfake Sri Mulyani “Guru sebagai Beban Negara”. ArtComm: Jurnal Komunikasi dan Desain, 8(2), 219–229

Pariser, E. (2011). The Filter Bubble: What the Internet Is Hiding from You. Penguin Press.

Rianto, P. (2019). Literasi digital dan etika media sosial di era post-truth. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 24.

Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380), 1146–1151.

Custodians of the Internet: Platforms, Content Moderation, and the Hidden Decisions That Shape Social Media.

Diterbitkan

2026-03-11

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Algoritma Dan Viralitas Dalam Era Post-Truth: Tenggelamnya Narasi Permintaan Maaf Knetz Di Tengah Konflik Knetz Vs SEAblings. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(1), 186-195. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.9834