Analisis Wacana Kritis Berita Di Surat Kabar Waspada Berdasarkan Teori Teun A Van Dijk
DOI:
https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.8944Kata Kunci:
Analisis wacana kritis, Teun A. Van Dijk, struktur wacana, strategi linguistik, ideologi mediaAbstrak
Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis dalam Surat Kabar Waspada Berdasarkan Teori Teun A. Van Dijk”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana struktur wacana, strategi linguistik, serta representasi dan ideologi terbentuk dalam teks berita tersebut. Data penelitian diperoleh dari berita” yang dimuat dalam surat kabar Waspada, kemudian dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur wacana berita meliputi: (1) judul yang menonjolkan peristiwa kematian sebagai daya tarik utama (2) teras berita yang menegaskan unsur kejutan dan rasa empati (3) peristiwa utama yang disajikan secara kronologis dan faktual (4) latar belakang yang menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi korban (5) konsekuensi yang menunjukkan dampak sosial dari peristiwa tersebut (6) reaksi verbal dari pihak berwenang yang memperkuat legitimasi informasi (7) komentar yang mengandung penilaian implisit terhadap situasi masyarakat desa. Dalam strategi linguistik, ditemukan bahwa (1) pilihan leksikal menonjolkan diksi tragedi dan kesedihan (2) struktur sintaksis cenderung menggunakan kalimat pasif untuk menekankan korban, bukan pelaku (3) metafora digunakan untuk membangun nuansa emosional (4) presuposisi dimunculkan untuk menegaskan asumsi tentang kondisi sosial pedesaan (5) kutipan serta atribusi menunjukkan keberpihakan media terhadap narasumber resmi. Sementara itu, aspek representasi dan ideologi dalam wacana berita terlihat melalui: (1) framing yang memusatkan perhatian pada korban sebagai simbol ketimpangan sosial (2) representasi petani sebagai kelompok rentan dalam struktur sosial (3) intertekstualitas yang mengaitkan peristiwa ini dengan kasus serupa di media lain (4) agenda setting yang memperkuat citra media sebagai penyampai realitas sosial yang kritis. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa berita tersebut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk konstruksi sosial dan ideologi melalui pilihan bahasa dan cara penyajian wacana.
Referensi
Balcchi, C., & Goodwin, S. (2016). ALnallisis Kebijalkaln Poststrukturall: Palndualn Pralktik. Pallgralve Malcmillaln.
Balker, P., & Vessey, R. (2018). Linguistik Korpus daln ALnallisis Ideologi dallalm Walcalnal. Routledge.
Bhaltial, V. K. (2014). ALnallisis Genre: Penggunalaln Balhalsal dallalm Konteks Profesionall. Routledge.
Bolalnder, B., & Locher, M. AL. (2020). Halndbook Routledge tentalng Balhalsal daln Komunikalsi Digitall. Routledge.
Entmaln, R. M. (2018). Skalndall daln Keheningaln: Respons Medial terhaldalp Pelalnggalraln Presiden. Polity Press.
Falirclough, N. (2015). Balhalsal daln Kekualsalaln (Edisi ke-3). Routledge.
Flowerdew, J., & Richalrdson, J. E. (2017). Halndbook Routledge tentalng Studi Walcalnal Kritis. Routledge.
Jalnks, H. (2019). Literalsi Kritis daln Kompleksitals Teks. Routledge.
KhosralviNik, M. (2017). Studi walcalnal kritis medial sosiall (SM-CDS). Criticall Discourse Studies, 14(6), 580–589. https://doi.org/10.1080/17405904.2017.1312545
Koester, AL. (2014). Walcalnal di Tempalt Kerjal. Bloomsbury ALcaldemic.
Kress, G., & valn Leeuwen, T. (2021). Membalcal Galmbalr: Taltal Balhalsal Desalin Visuall (Edisi ke-3). Routledge.
Malchin, D., & Malyr, AL. (2018). Calral Melalkukaln ALnallisis Walcalnal Kritis: Pendekaltaln Multimodall (Edisi ke-2). SALGE Publicaltions.
Richalrdson, J. E. (2017). Mengalnallisis Suralt Kalbalr: Pendekaltaln ALnallisis Walcalnal Kritis. Pallgralve Malcmillaln.
Valn Dijk, T. AL. (2015). ALnallisis walcalnal kritis. Dallalm D. Talnnen, H. Halmilton, & D. Schiffrin (Eds.), Halndbook ALnallisis Walcalnal (hlm. 466–485). Wiley-Blalckwell.
Valn Dijk, T. AL. (2021). Walcalnal daln Pengetalhualn: Pendekaltaln Sosiokognitif. Calmbridge University Press.
Wodalk, R., & Meyer, M. (2016). Metode ALnallisis Walcalnal Kritis (Edisi ke-3). SALGE Publicaltions.
Zalppalvignal, M. (2018). Percalkalpaln yalng Dalpalt Dicalri: Halshtalg daln Metalwalcalnal Medial Sosiall. Bloomsbury ALcaldemic.
Zhalo, S., & Chen, W. (2022). ALnallisis walcalnal kritis terhaldalp berital dalring selalmal palndemi. Discourse & Society, 33(4), 421–439. https://doi.org/10.1177/09579265221087511
Zheng, L. (2023). Kekualsalaln daln ideologi dallalm walcalnal digitall: Pendekaltaln CDAL multimodall. Journall of Pralgmaltics, 206, 53–68. https://doi.org/10.1016/j.pralgmal.2023.04.009
Zhou, Q., & Hualng, Y. (2024). Pembingkalialn ketimpalngaln sosiall dallalm walcalnal medial: Tinjalualn kritis. Medial alnd Communicaltion Studies, 12(1), 112–128. https://doi.org/10.1080/medcom.2024.00123
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sarma Panggabean Panggabean, Lesteria Sagala, Nopri Juniarta Sitohang, Edwin Samosir, Anggilina Sirait

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Kopula: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY License). This license allows authors to use all articles, data sets, graphics, and appendices in data mining applications, search engines, web sites, blogs, and other platforms by providing an appropriate reference. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and will retain publishing rights without restrictions.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Kopula: Jurnal Pendidikan dan Bahasa.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




