Fenomena Soft Girl dalam Pembentukan Konstruksi Identitas Perempuan Generasi Z di Tiktok

Penulis

  • Safnah Setiawati Universitas Sebelas Maret
  • Rianna Wati Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i3.10706

Kata Kunci:

Generasi Z; Identitas Perempuan; Judith Butler; Performatif Gender; Soft Girl

Abstrak

Fenomena soft girl merupakan tren yang muncul di platform Tiktok, dengan menampilkan estetika feminim dari segi visual dan naratif. Fenomena ini menampilkan gaya riasan, berpakaian, dan gaya hidup yang menjadi ruang bagi perempuan Generasi Z dalam membentuk identitasnya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi fenomena soft girl di TikTok, menganalisis konstruksi identitas perempuan Generasi Z berdasarkan teori performatif gender Judith Butler, serta mengidentifikasi reproduksi nilai-nilai feminitas tradisional yang muncul dalam fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan performatif gender Judith Butler. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena soft girl direpresentasikan melalui gaya riasan natural, pakaian berwarna pastel, gaya hidup slow living, serta aktivitas perawatan diri. Pengulangan tindakan tersebut dapat membentuk identitas perempuan yang dianggap ideal dengan penampilan citra yang lembut dan anggun. Selain itu, fenomena ini juga mereproduksi nilai-nilai feminitas tradisional dalam bentuk yang lebih modern dan estetis di ruang digital. 

Referensi

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kuanlitatif. Syakir Media Press.

Butler, J. (1990). Gender Trouble: Feminism and the Subversion of Identity. Routledge.

Kondakciu, K., Souto, M., & Zayer, L. T. (2022). Self-presentation and gender on social media: an exploration of the expression of “authentic selves”. Qualitatuve Market Research: An International Jornal, 25(1), 80–99. https://doi.org/https://doi.org/10.1108/QMR-03-2021-0039

Kopplin, F. (2025). “ In my soft girl era ” En kritisk feministisk studie om femininitet inom soft girl-trenden [Lunds Universitet]. https://lup.lub.lu.se/student-papers/search/publication/9216003

Mcneal, S. (2023). The Soft-Girl Revolution: How Young Women Are Rejecting ‘Girlboss’ Culture for a Life of Leisure. Glamour. https://www.glamour.com/story/welcome-to-the-soft-girl-revolution?utm_source=chatgpt.com

Nilsson, F. A. (2024). A Multimodal Critical Discourse Analysis of TikTok and the Swedish. Orebro University.

Parkins, M., & Parkins, J. R. (2021). Gender Representations in Social Media and Formations of Masculinity. Journal of Student Research, 10(1), 1–11. https://api.semanticscholar.org/CorpusID:233604827

Putri, L. S., Asmawati, A. Z., Fajriani, S. W., & Hartani, M. (2025). Analisis Peran Gender dalam Konstruksi Citra Diri Mahasiswa FoMO di Era Digital. Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 6(4), 914–922.

Schwartz, A. (2020). Soft Femme Theory : Femme Internet Aesthetics and the Politics of “ Softness .” Sage Journals, 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/2056305120978366

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Widianingsih, S. R., & Afrizal, S. (2024). Pemahaman tentang perbedaan antara seks dan gender di kalangan mahasiswa : kajian sosiologis. Jurnal Dedikasi, 4(2), 114–130.

Zhu, C., Xu, X., Zhang, W., Chen, J., & Evans, R. D. (2019). How health communication via Tik Tok makes a difference: a content analysis of Tik Tok accounts run by Chinese provincial health committees. International Journal of Environmental Research Dan Public Health, 17(1), 192.

Diterbitkan

2026-07-26

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Fenomena Soft Girl dalam Pembentukan Konstruksi Identitas Perempuan Generasi Z di Tiktok. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(3), 599-609. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i3.10706