Perkembangan Psikososial Tokoh dalam Novel Twenty Karya Malichatus Sa'diyah: Kajian Psikologi Sosial Erikson dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran Sastra di SMA
DOI:
https://doi.org/10.29303/kopula.v8i3.11139Keywords:
Erik Erikson, Novel Twenty, Pembelajaran Sastra, Perkembangan Psikososial, Psikologi SastraAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan psikososial tokoh dalam novel Twenty karya Malichatus Sa’diyah berdasarkan teori perkembangan psikososial Erik Erikson serta pemanfaatannya dalam pembelajaran sastra di SMA. Perkembangan psikososial dipahami sebagai proses perkembangan individu melalui interaksi antara aspek psikologis dan sosial yang memengaruhi pembentukan kepribadian. Kajian ini berfokus pada tahap intimacy versus isolation dan generativity versus stagnation yang dialami tokoh dalam novel. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data melalui teknik dokumentasi, mencatat, dan mengklarifikasikan kutipan yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa perkembangan psikososial tokoh berlangsung secara dinamis. Tokoh Nala mengalami konflik batin berupa kecemasan, kecemburuan, dan ketakutan kehilangan hubungan sebelum mencapai kematangan emosional, penerimaan diri, dan hubungan interpersonal yang sehat. Tokoh Mas Pandu menunjukkan tanggung jawab, komitmen, serta kepedulian terhadap orang lain sebagai wujud perkembangan pada tahap generativity. Temuan ini menunjukkan bahwa perkembangan psikososial memengaruhi cara tokoh membangun hubungan sosial dan memaknai kehidupan. Implikasi penelitian ini relevan sebagai alternatif bahan ajar pembelajaran sastra kelas XII SMA yang mendukung pembelajaran kontekstual, reflektif, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
References
Abidin, Yunus. 2012. Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama.
Ahmadi, A. (2015). Psikologi Sastra. Unesa University Press.
Alwison. (2014). Psikologi kepribadian. UMM Press.
Aminuddin. (2019). Analisis psikologi sastra pada tokoh utama dalam novel
Indonesia modern. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran, 7(2), 120–132.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Ayu, M. G. R. (2025). Inkonsistensi identitas tokoh utama novel “Student Hidjo” karya Mas Marco Kartodikromo [Skripsi]. Universitas Brawijaya.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.
Desmita. (2010). Psikologi perkembangan. Remaja Rosdakarya.
Endraswara, S. (2011). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS.
Erikson, E. H. (1963). Childhood and society. W. W. Norton & Company.
Erikson, E. H. (1982). The life cycle completed. W. W. Norton & Company.
Faruk. (2012). Metode penelitian sastra: Sebuah penjelajahan awal. Pustaka Pelajar.
Feist, J., & Feist, G. J. (2010). Teori kepribadian (Edisi ke-7). Salemba Humanika.
Fitriani, L. (2021). Kajian psikologi sastra dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Didaktika Bahasa dan Sastra, 5(1), 60–72.
Hall, C. S., & Lindzey, G. (1993). Teori-teori psikodinamik (klinis). Kanisius.
Hidayat, T. (2017). Pendekatan psikologi sastra dalam menganalisis tokoh fiksi. Jurnal Ilmiah Kebudayaan, 5(1), 33–42.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Endraswara, S. (2013). Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: W. W. Norton & Company.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK kelas X. Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA. Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (Kurikulum 2013 Revisi). Jakarta: Kemendikbud.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Silabus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA. Jakarta: Kemendikbud.
Khakim, M. N. N. (2023). Analisis Psikologi Sosial Novel Dia Adalah Kakakku Karya Tere Liye [Skripsi]. Universitas Jember.
Kusuma, H. (2018). Peran sastra dalam pengembangan empati peserta didik. Jurnal Pendidikan Humaniora, 6(3), 134–145.
Lestari, R. (2022). Implementasi teori Erikson dalam analisis tokoh sastra remaja. Jurnal Sastra Indonesia, 11(2), 98–110.
Ludin, A., & Febrianty, F. (2025). UPAYA TOKOH UTAMA UNTUK MENGATASI KRISIS IDENTITAS DALAM ANIME KOE NO KATACHI.
https://carubanproceeding.ipbcirebon.ac.id/index.php/carubanproceeding/article/view/48/40
Luxemburg, J. van, Bal, M., & Weststeijn, W. G. (1989). Pengantar ilmu sastra. Gramedia.
McAdams, D. P. (2001). The psychology of life stories. Review of General Psychology, 5(2).
McAdams, D. P. (2015). The Art and Science of Personality Development.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nazir, M. (2014). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Ni’mah, A. (2022). Psikologi Tokoh Utama dalam Novel Si Anak Cahaya Karya Tere Liye [Skripsi]. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pradopo, R. D. (2011). Beberapa teori sastra, metode kritik, dan penerapannya. Pustaka Pelajar.
Prasetyo, A. (2018). Kajian psikososial tokoh dalam karya sastra sebagai media pembelajaran. Jurnal Pendidikan Bahasa, 6(2), 89–101.
Pratiwi, K. (2017). Analisis Tokoh dan Penokohan Anne Frank dalam Anne Frank Tagebuch (Kajian Psikologi Perkembangan Erick H. Erikson) [Skripsi]. Universitas Negeri Yogyakarta.
Putra, M. D. (2020). Analisis kepribadian tokoh utama berdasarkan teori psikososial Erikson. Jurnal Ilmu Sastra, 8(2), 150–162.
Rahmawati, N. (2019). Hubungan perkembangan emosi dengan pembentukan karakter tokoh dalam novel. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(1), 75–86.
Ramadhani, R. D. A. (2022). Analisis Nilai Moral Novel “Surga yang Tak Dirindukan” Karya Asma Nadia dan Relevansinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA [Skripsi]. Universitas Negeri Yogyakarta.
Rohmatin, A. (2019). Analisis Unsur Intrinsik Novel Assalamualaikum Hawa Yang Tersembunyi Karya Heri Satriawan dan Hubungannya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA [Skripsi]. IKIP PGRI Bojonegoro.
Sa’diyah, M. (2021). Twenty. Jakarta: Gramedia.
Santrock, J. W. (2012). Life-Span Development (Perkembangan Masa Hidup). Jakarta: Erlangga.
Sari, D. P. (2021). Pemanfaatan novel sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(3), 210–220.
Saroh, D. M. (t.t.). IDENTITAS DIRI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AKU WONG KAFIR KARYA TULUS SETIYADI. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/40090/35035
Semi, M. A. (2012). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suyitno. (2011). Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Yuma Pustaka.
Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.
Wahyuni, S., Ramly, R., & Mayong, M. (2025). Identitas Diri Tokoh Utama dalam Novel Iyan Bukan Anak Tengah Karya Armaraher. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 119–142. https://doi.org/10.26499/bahasa.v7i1.1248
Wellek, R., & Warren, A. (2016). Teori kesusastraan. Gramedia.
Wulandari, S. (2020). Perkembangan psikososial tokoh dalam novel remaja: Kajian teori Erikson. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 45–56.
Yusuf, S. (2011). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.
Estinengtyas, S. & Prasetya, A. F. (2026). Menuju Konseling Digital yang Memanusiakan Manusia: Kajian Filosofis Berbasis Teori Humanistik Carl Rogers. Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Pendidikan, 2(1), 1-13.
Farhan, A. & Annisa, F. (2025). Pola Komunikasi Interpersonal dalam Membangun Hubungan Pertemanan di Kalangan Mahasiswa Perantau Sumatera Selatan di Yogyakarta. Sanskara Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(3), 144-161.
Purwati, Tarumingi, D. A., Harahap, K., & Irdhayanti, E. (2025). Membangun Hubungan yang Kuat. Medan: PT Media Penerbit Indonesia.
Ferani, A., Riza, W. L., & Iqbal, M. (2025). Kesepian pada Dewasa Awal Pasca Putus Cinta Hubungan Long Term: Bagaimana Peran Gaya Kelekatan Orang Tua dan Self Compassion?. Sukma: Jurnal Pendekatan Psikologi, 7(1), 68-85.
Argasiam, B. (2024). Psikologi Sosial: dari Konsep ke Kehidupan Sehari-Hari. Unagi Press.
Fahlevi, R., dkk. (2024). Psikologi Kepribadian Anak. Padang: Get Press Indonesia.
Marpaung, Y. A. N, & Rozali, Y. A. (2021). Pengaruh Self Esteem terhadap Romantic Jealousy pada Individu Dewasa Awal. JCA Psikologi, 2(3), 274-283.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rr. Defi Arum Ramadhani, Furoidatul Husniah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Kopula: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY License). This license allows authors to use all articles, data sets, graphics, and appendices in data mining applications, search engines, web sites, blogs, and other platforms by providing an appropriate reference. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and will retain publishing rights without restrictions.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Kopula: Jurnal Pendidikan dan Bahasa.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





