Tantangan Mempertahankan Bahasa Ibu Di Era Globalisasi
DOI:
https://doi.org/10.29303/kopula.v8i3.11083Keywords:
Bahasa Ibu, Globalisasi, Identitas Budaya, Pelestarian Bahasa, Pergeseran BahasaAbstract
Bahasa ibu memiliki peran penting sebagai identitas budaya, sarana komunikasi, serta media pewarisan nilai-nilai sosial dari generasi ke generasi. Namun, perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi digital, serta dominasi bahasa nasional dan bahasa asing menyebabkan penggunaan bahasa ibu semakin mengalami penurunan, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan dalam mempertahankan bahasa ibu di era globalisasi serta menjelaskan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan dalam kurun waktu lima sampai sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, klasifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam mempertahankan bahasa ibu meliputi dominasi bahasa asing, pengaruh media sosial, urbanisasi dan mobilitas sosial, rendahnya transmisi bahasa dalam keluarga, serta menurunnya minat generasi muda terhadap bahasa daerah. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran bahasa yang berpotensi mengancam keberlangsungan bahasa ibu dan melemahkan identitas budaya masyarakat. Upaya pelestarian bahasa ibu dapat dilakukan melalui peran keluarga, lembaga pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan pemerintah dan masyarakat. Sinergi berbagai pihak diperlukan agar bahasa ibu tetap lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa di tengah arus globalisasi.
References
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2024). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Crystal, D. (2000). Language death. Cambridge University Press.
Dani, A. (2024). Bahasa sebagai media pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di era globalisasi. Journal of Language Studies. https://doi.org/10.70716/jols.v1i2.81
Defina. (2023). Kebijakan bahasa daerah dan realitas pemakaian bahasa daerah dalam ranah keluarga, sekolah, dan masyarakat. Madah, 14(2). https://doi.org/10.31503/madah.v14i2.582
Febriana, I., Amanda, R., Kesuma, S. R. H., Siregar, C. C., Simbolon, R. N., & Sihombing, W. S. (2025). Peran bahasa Indonesia dalam membangun literasi numerasi sains siswa di era globalisasi. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pendidikan, 7(1), 287-296. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i1.6413
Febryanti, K. E. P., Astuti, D., Ambarwati, E., Muryati, S., & Saptomo, S. W. (2025). Campur kode sebagai cerminan multikulturalisme dalam podcast Warung Kopi. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pendidikan, 7(1), 196-205. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i1.6276
Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Multilingual Matters.
Ghafur, A., Alamsyah, T., & Razali. (2026). Pemerolehan bahasa Aceh sebagai bahasa kedua oleh penutur di Kecamatan Baitussalam. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pendidikan, 8(1), 232-241. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i1.9890
Grenoble, L. A., & Whaley, L. J. (2006). Saving languages: An introduction to language revitalization. Cambridge University Press.
Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.
Imron, A., Somawati, N. P., & Mohammed, L. A. (2025). Preserving mother tongues remains crucial for cultural identity and diversity amid the homogenizing forces of globalized educational systems. Journal of Language, Literature, Social and Cultural Studies, 3(2), 128-141. https://doi.org/10.58881/jllscs.v3i2.343
Judijanto, L., Malik, F., & Amarsaikhan, D. (2025). The impact of digital platforms on mother tongue preservation: Challenges and opportunities in the disruption era. Journal of Humanities and Social Sciences, 2(5). https://doi.org/10.70177/jhrs.v2i5.2541
Mansyur, F. A., Arsad, Nazar, A., Hikmah, I., & Zilani. (2022). A model of Wolio language maintenance strategies in Society 5.0. ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities. https://doi.org/10.34050/elsjish.v5i2.21510
Nurahmad, M., & Natsir, N. (2025). Regional languages at the brink: Conservation efforts for Indonesia's 700+ endangered languages. International Journal of Educational Research. https://doi.org/10.62951/ijer.v3i1.488
Purba, A., Saragih, R., Saragih, D. A., Sitompul, Y. S., & Hutagalung, A. (2025). Ragam bahasa dan identitas pada masyarakat tutur di etnik Batak Toba: Analisis sosiolinguistik. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pendidikan, 7(1), 269-278. https://doi.org/10.29303/kopula.v7i1.6422
Siregar, I., & Hsu, F. (2024). The interplay of cultural dynamics within the globalization paradigm. Kultura. https://doi.org/10.572349/kultura.v2i4.657
Sitinjak, V. N., & Harianja, N. (2022). Maintain or shift? Focus on inter-ethnic families in Indonesia. International Journal of Language Studies and Multiculturalism. https://doi.org/10.32734/ijlsm.v1i1.10572
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumartana, I. M., Hudiananingsih, P. D., & Rouf, M. A. (2025). Balancing globalization and linguistic heritage through inclusive education that values cultural identity and language diversity. Journal of Language, Literature, Social and Cultural Studies, 3(2). https://doi.org/10.58881/jllscs.v3i2.347
Suwarno, B. (2020). Acquisition planning for regional indigenous heritage languages in Indonesia. SAGE Open. https://doi.org/10.1177/2158244020948843
UNESCO. (2003). Language vitality and endangerment. UNESCO Ad Hoc Expert Group on Endangered Languages.
Widen, R. (2025). Bahasa dan identitas budaya dalam masyarakat multikultural. Jurnal Kajian Bahasa dan Budaya
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Fakih Lukman Hakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with Kopula: Jurnal Pendidikan dan Bahasa, agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC-BY License). This license allows authors to use all articles, data sets, graphics, and appendices in data mining applications, search engines, web sites, blogs, and other platforms by providing an appropriate reference. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions and will retain publishing rights without restrictions.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Kopula: Jurnal Pendidikan dan Bahasa.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).





