Kecerdasan Buatan Vs Penyair Manusia: Analisis Puisi Berbahasa Indonesia Hasil ChatGPT dan Karya Penyair Manusia

Authors

  • Muhammad Bahrul Ulum Universitas KH. MUKHTAR SYAFAAT
  • Nur Fuadi Universitas KH. MUKHTAR SYAFAAT
  • Yusuf Nur Arifin Universitas KH. MUKHTAR SYAFAAT

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10550

Keywords:

ChatGPT; Kecerdasan Buatan; Kreativitas Puitik; Puisi Indonesia; Sastra Digital; Stilistika

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan perubahan signifikan dalam dunia sastra, khususnya melalui kemampuan sistem generatif seperti ChatGPT dalam menghasilkan puisi yang menyerupai karya penyair manusia. Fenomena ini memunculkan perdebatan mengenai kreativitas, kepengarangan, dan kualitas estetik karya sastra yang dihasilkan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik stilistika puisi berbahasa Indonesia hasil ChatGPT dan karya penyair manusia, mengidentifikasi persamaan serta perbedaan unsur estetik keduanya, dan menjelaskan sejauh mana kecerdasan buatan mampu merepresentasikan kreativitas puitik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dengan metode analisis isi, analisis wacana, dan analisis interpretatif. Data penelitian berupa puisi berbahasa Indonesia yang dihasilkan ChatGPT dan puisi karya penyair manusia yang memiliki kesamaan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi hasil ChatGPT memiliki keunggulan pada keteraturan struktur, koherensi bahasa, dan kemudahan pemahaman makna, sedangkan puisi karya manusia lebih menonjol pada aspek orisinalitas diksi, kedalaman emosi, kompleksitas simbolik, dan pengalaman eksistensial. Meskipun kecerdasan buatan mampu mereproduksi pola-pola kepuitisan, kreativitas yang dihasilkan masih bersifat komputasional dan berbeda dari kreativitas manusia yang berakar pada pengalaman hidup. Penelitian ini menghasilkan konsep kepuitisan hibrida yang menempatkan kecerdasan buatan dan manusia sebagai mitra kreatif dalam perkembangan sastra digital kontemporer.

References

Gabora, L. (2026). Human versus artificial creativity: A case study in poetry. Journal of Creativity, 36(1), 100118.

Hitsuwari, J., Nishihara, Y., Nakanishi, H., & Yamada, Y. (2023). Does human–AI collaboration lead to more creative art? Aesthetic evaluation of human-made and AI-generated haiku poetry. Computers in Human Behavior, 139, 107502.

Ma, B., Yao, Y., & Haensch, A.-C. (2025). Capabilities and evaluation biases of large language models in classical Chinese poetry generation: A case study on Tang poetry. arXiv.

Maryam, R. S. H., Hamdani, A., & Kulsum, U. (2025). Studi komparatif kualitas linguistik, estetika, dan kreativitas puisi siswa SMK dengan puisi generatif ChatGPT dalam analisis akademik. Jurnal Alusi.

Nurgiyantoro, B. (2023). Teori pengkajian fiksi dan sastra. Gadjah Mada University Press.

Nur, S. (2024). Pemanfaatan ChatGPT sebagai asisten dalam proses kreatif sastra Indonesia. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran.

Porter, B., & Machery, E. (2024). AI-generated poetry is indistinguishable from human-written poetry and is rated more favorably. Scientific Reports, 14, 26133.

Rospocher, M., Salgaro, M., & Rebora, S. (2026). Machines prefer humans as literary authors: Evaluating authorship bias in large language models. Information, 17(1), 95.

Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). Pearson.

Shanahan, M., & Clarke, C. (2023). Evaluating large language model creativity from a literary perspective. arXiv.

Suryaman, M. (2022). Pembelajaran sastra di era digital. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Van Staden, C. J. (2025). ChatGPT’s English poems and justifications, adoption driving factors, and strategies to promote responsible usage in English poetry classes. Discover Artificial Intelligence, 5(143).

Walsh, M., Preus, A., & Gronski, E. (2024). Does ChatGPT have a poetic style? arXiv.

Waluyo, H. J. (2021). Apresiasi dan pengkajian puisi. UNS Press.

Waluyo, H. J. (2021). Teori dan apresiasi puisi Indonesia modern.

Wang, S., Wong, D. F., Yao, J., & Chao, L. S. (2026). Can ChatGPT really understand modern Chinese poetry? arXiv.

Latan, R. Y. O., Wissang, I. O., & Keban, S. K. K. (2024). Gaya bahasa dan makna semantik pada iklan minuman di televisi. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 6(2), 239–250. https://doi.org/10.29303/kopula.v6i2.5442

Maran, L. R. N., Leu, Y. M., & Pande, R. (2024). Analisis gaya bahasa dalam kumpulan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 6(2), 270–292. https://doi.org/10.29303/kopula.v6i2.5445

Ayuwulandari, S. P., Rahmayantis, M. D., & Sujarwoko. (2024). Konflik batin tokoh dalam novel Rasa karya Tere Liye: Kajian psikologi sastra. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 6(2), 173–186. https://doi.org/10.29303/kopula.v6i2.5256

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldãna, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Ratna, N. K. (2021). Stilistika: Kajian puitika bahasa, sastra, dan budaya. Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2026-06-20

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kecerdasan Buatan Vs Penyair Manusia: Analisis Puisi Berbahasa Indonesia Hasil ChatGPT dan Karya Penyair Manusia. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(2), 550-559. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10550