Struktur Motifem Pada Cerita Rakyat Legenda Batu Menangis, Legenda Kebo Iwa dan  Asal-Usul Gunung Batur, Si Kelingking Dalam Perspektif Alan Dundes

Authors

  • Anggraeni Puspita Sari Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10535

Keywords:

Alan Dundes; Cerita Rakyat; Motifem; Nilai Moral Dan Sosial

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada analisis struktur motifem dalam beberapa cerita rakyat Indonesia, yaitu Legenda Batu Menangis, Legenda Kebo Iwa, Asal Usul Gunung Batur, dan Si Kelingking dengan memanfaatkan pendekatan strukturalisme yang dikembangkan oleh Alan Dundes. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kualitatif karena bertujuan memahami serta menguraikan unsur-unsur pembangun cerita secara mendalam. Data penelitian berupa unsur motifem yang diperoleh melalui kegiatan membaca secara intensif serta pencatatan terhadap bagian-bagian cerita yang dianggap memiliki fungsi struktural penting. Selanjutnya, data tersebut dianalisis berdasarkan teori motifem Alan Dundes untuk menemukan pola-pola naratif yang membangun alur cerita. Hasil penelitian memperlihatkan adanya variasi pola motifem pada setiap cerita rakyat yang dianalisis. Pola yang ditemukan meliputi susunan empat motifem, yaitu lack (L), violation (V), consequence (C), dan attempted escape from consequence (AE), serta pola enam motifem yang terdiri atas lack (L), lack liquidated (LL), interdiction (I), violation (V), consequence (C), dan attempted escape from consequence (AE). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa cerita rakyat memiliki struktur yang tersusun secara teratur dan tidak hadir secara acak. Selain menunjukkan pola naratif tertentu, cerita rakyat juga mencerminkan berbagai nilai kehidupan, seperti ajaran moral, norma sosial, serta pandangan budaya yang berkembang dalam masyarakat pendukungnya.

References

Anjani, B. F. A., Mahyudi, J., & Murahim. (2020). Nilai-Nilai Pendidikan Cerita Rakyat Lelampak Lendong Kao dan Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di SMA. 2, 1–12.

Lizawati. (2018). CERITA RAKYAT SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBANGUN GENERASI LITERAT. 19–26.

Mahmud, Nurhasanah, E., & Hartati, D. (2022). Analisis Unsur Intrinsik pada Kumpulan Cerpen Transit Karya Seno Gumira Adjidarma. 4, 4977–4984.

Nurrisa, F., Hermina, D., & Norlaila. (2025). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian : Strategi, Tahapan, dan Analisis Data. 02(03), 793–800.

Oktivisari, A. T., Wijaya, F. P., Khoiriyati, H. N., & Marfuah, P. A. T. (2024). Cerita Rakyat Daerah Pegunungan Kabupaten Karanganyar (Analisis Struktur Naratif dan Fungsi Menurut Alan Dundes). Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 8. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/sabpbj.v8i2.74807

Pramesti, A. P., Rosaratri, A. Y., Widyarini, A. K. I., & Yansa, P. E. (2024). Analisis Struktur Naratif Cerita Sumur Sanga dan Kebo Bule Serta Tanggapan Masyarakat. 8(1), 1–10.

Putra, M. Z. A. F., & Andari, N. (2009). Motifeme dalam dongeng Momotaro (pendekatan strukutur naratif Alandundes ). 101–114.

Triyani. (n.d.). Cerita Rakyat Sebagai Sarana Edukasi Moral : Strategi Penanaman Nilai Karakter Melalui Storytelling Pada Anak Usia Dini. 2(5), 8094–8103.

Wijaya, M. Y., & Hadi, C. (2026). Cerita Rakyat Sebagai Pembentuk Perilaku & Karakter : Studi Etnografi Pada Masyarakat Tidore

Downloads

Published

2026-06-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

Struktur Motifem Pada Cerita Rakyat Legenda Batu Menangis, Legenda Kebo Iwa dan  Asal-Usul Gunung Batur, Si Kelingking Dalam Perspektif Alan Dundes. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(2), 516-524. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10535