Konstruksi dan Makna Kata Majemuk dalam Bahasa Sumbawa Dialek Sumbawa Besar

Authors

  • Elya Febriani Universitas Mataram
  • Rahmad Hidayat Universitas Mataram
  • Mustakim Saleh Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10464

Keywords:

kata majemuk, semantik leksikal, morfosemantik, Bahasa Sumbawa, Dialek Sumbawa Besar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi dan relasi makna kata majemuk dalam Bahasa Sumbawa Dialek Sumbawa Besar (BSDSB) melalui kajian morfosemantik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa tuturan penutur asli BSDSB. Data dikumpulkan melalui metode Simak, Cakap, dan teknit Catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan dan agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata majemuk dalam BSDSB dibentuk melalui empat konstruksi, yaitu kata majemuk dasar, bentuk unik, berafiks, dan reduplikasi. Dari segi relasi semantis, ditemukan pola atributif, koordinatif, subordinatif, dan idiomatik, dengan relasi atributif sebagai pola dominan. Berdasarkan transparansi maknanya, kata majemuk dalam BSDSB terbagi menjadi bentuk transparan, semi-transparan, dan nontransparan. Bentuk nontransparan memperlihatkan adanya proses idiomatisasi dan leksikalisasi yang dipengaruhi oleh pengalaman sosial dan budaya masyarakat Sumbawa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kata majemuk dalam BSDSB tidak hanya bersifat morfologis, tetapi juga merepresentasikan konseptualisasi budaya masyarakat penuturnya. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian morfologi dan semantik leksikal bahasa daerah di Indonesia.

References

Arcodia, G. F., Grandi, N., & Walchli, B. (2010). Coordination in compounding. STUF - Language Typology and Universals, 63(3), 177–197. https://doi.org/10.1524/stuf.2010.0018

Ariyanto. (1989). Upaya mencari ciri kata majemuk dalam bahasa Indonesia. Humaniora, 1(1). https://doi.org/10.22146/jh.2220

Basyaruddin. (2015). Kata majemuk bahasa Indonesia: Suatu kajian linguistik transformasional generatif. Bahas, 26(2). https://doi.org/10.24114/bhs.v26i2.5549

Bauer, L. (2003). Introducing linguistic morphology (2nd ed.). Edinburgh University Press.

Booij, G. (2007). The grammar of words: An introduction to linguistic morphology (2nd ed.). Oxford University Press.

Brinton, L. J., & Traugott, E. C. (2005). Lexicalization and language change. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511615969

Burhanuddin. (2002). Afiks verba bahasa Sumbawa dialek Taliwang dan pemanfaatannya dalam pengajaran bahasa. Universitas Mataram.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage. https://doi.org/10.4135/9781506335193

Cruse, D. A. (2011). Meaning in language: An introduction to semantics and pragmatics (3rd ed.). Oxford University Press.

Daulay, I. R. (2016). Kata majemuk bahasa Batak Angkola. Jurnal Metamorfosa, 4(1), 63–73.

Geeraerts, D. (2010). Theories of lexical semantics. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780198700309.001.0001

Ji, H., Gagné, C. L., & Spalding, T. L. (2011). Benefits and costs of lexical decomposition and semantic transparency in the processing of transparent and opaque English compounds. Journal of Memory and Language, 65(4), 406–430. https://doi.org/10.1016/j.jml.2011.07.003

Kaharuddin. (1993). Sistem morfologi kata sifat bahasa Sumbawa di Sumbawa Besar. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Kesuma, T. M. J. (2007). Pengantar (metode) penelitian bahasa. Carasvatibooks.

Libben, G. (2006). Why Study Compound Processing? An Overview of the Issues. In G. Libben & G. Jarema (Eds.), The Representation and Processing of Compound Words (pp. 1–22). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780199270719.003.0001

Libben, G. (2014). The nature of compounds: A psychocentric perspective. Cognitive Neuropsychology, 31(1–2), 8–25. https://doi.org/10.1080/02643294.2013.874994

Lieber, R., & Stekauer, P. (2009). The Oxford handbook of compounding. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780199695727.001.0001

Loe, E. E. Y. (2023). Kata majemuk dalam istilah uang di masyarakat Rote Dengka. Linguistik Indonesia, 41(1). https://doi.org/10.26499/li.v41i1.388

Mahsun. (2012). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. RajaGrafindo Persada.

Muslich, M. (2010). Tata bentuk bahasa Indonesia: Kajian ke arah tata bahasa deskriptif. Bumi Aksara.

Putra, I. G. B. W. N., Maharani, P. D., & Suardani, N. L. P. I. (2022). Kata majemuk dalam bahasa Indonesia dalam perspektif morfologi generatif. Prosiding Seminar Nasional Linguistik Dan Sastra.

Ramlan, M. (2009). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif (Revised Edition). CV Karyono.

Sibarani, R. (2002). Antropolinguistik: Antropologi linguistik dan linguistik antropologi. Poda.

Soemarsono. (1986). Morfologi dan sintaksis bahasa Sumbawa. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Budaya Secara Linguistik. Sanata Darma University Press.

Sugiarto, S., & Wulansari, D. (2022). Komponen makna leksikon penyakit dalam pengobatan tradisional masyarakat Sumbawa. Jurnal Kependidikan, 6(1).

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sumbawati, Y., Suyasa, I. M., Setiawan, I., & Sapiin. (2022). Jampi maen jaran dalam tradisi masyarakat Sumbawa: Kajian semantik. Jurnal Ilmiah Telaah, 7(2).

Downloads

Published

2026-05-26

Issue

Section

Articles

How to Cite

Konstruksi dan Makna Kata Majemuk dalam Bahasa Sumbawa Dialek Sumbawa Besar. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(2), 406-422. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10464