Pemerolehan Morfologi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pertama: Kasus Ngaisia Anak Berusia Tiga Tahun

Authors

  • Margaretha Ada Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10386

Keywords:

afiksasi, bahasa anak, morfologi bahasa indonesia, pemerolehan bahasa pertama, reduplikasi

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemerolehan morfologi bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama oleh Ngaisia, seorang anak berusia tiga tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk morfologis yang telah diperoleh serta urutan pemerolehannya berdasarkan frekuensi kemunculan dan waktu produksi tuturan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif sinkronik-longitudinal selama satu tahun, data dikumpulkan secara naturalistik melalui observasi partisipatif, catatan lapangan, dan rekaman dalam lima tahap, mulai usia 3;1 hingga 3;12. Analisis menggunakan kriteria keterpahaman, yaitu penggunaan satuan gramatikal yang tepat sesuai konteks serta hubungan yang konsisten antara bentuk dan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngaisia telah memperoleh tiga aspek morfologi, yaitu afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan. Dari 377 tuturan, 239 mengandung afiksasi, 98 reduplikasi, dan 40 pemajemukan. Berdasarkan frekuensi, afiksasi merupakan aspek yang paling dominan, diikuti reduplikasi dan pemajemukan. Dalam afiksasi, prefiks muncul paling sering, sedangkan infiks tidak ditemukan; dalam reduplikasi, reduplikasi penuh paling dominan; dan dalam pemajemukan, kategori Nomina+Nomina paling sering muncul. Secara kronologis, afiksasi diperoleh paling awal, khususnya sufiks, diikuti beberapa prefiks, simulfiks, afiks gabungan, reduplikasi penuh, dan pemajemukan sederhana. Temuan ini menegaskan bahwa produktivitas tuturan mencerminkan penguasaan gramatikal anak serta menyoroti pentingnya dukungan lingkungan.

References

Dardjowidjojo, S. (2000). Echa: Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia. Grasindo.

Huda, N. H. (1996). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Laporan Penelitian (Cetakan ke-3). Satgas Operasional Pendidikan dan Pengajaran IKIP Malang.

Krashen, S., & Terrell, T. (1983). The Natural Approach: Language Acquisition in the Classroom. Alemany Press.

Kridalaksana, H. (1992). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Kruyt, S. (1972). Anak Bahagia, Seri Keluarga Sejahtera. BPK Gunung Mulia.

Moleong, L. J. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remadja Karya.

Pakasi, S. (1981). Anak dan Perkembangannya: Pendekatan Psiko-Pedagogis. Gramedia.

Pateda, M. (1998). Aspek-Aspek Psikolinguistik. Nusa Indah.

Purwo, B. K. (1991). Perkembangan Bahasa Anak: Dari Lahir Sampai Masa Prasekolah. In PELLBA 4. Kanisius.

Purwo, & Kaswanti, B. (1996). PELLBA 9 (B. K. Purwo, Ed.). Kanisius.

Purwo, & Kaswanti, B. (1997). PELLBA 10. Kanisius.

Ramlan, M. (1997). Ilmu Bahasa Indonesia: Morfologi (Cetakan ke-11). CV Karyono.

Sukamto, K. E., & Dardjowidjojo, S. (1998). PELLBA 11. Kanisius.

Tarigan, H. G. (1985). Psikolinguistik. Angkasa.

Verhaar, J. W. M. (1996). Asas-Asas Linguistik Umum. Gadjah Mada University Press.

Widharyanto, B. (2000). Manifestasi Perspektif Pemberitaan Surat Kabar Indonesia pada Era Akhir Orde Baru ke dalam Strategi Penyajian Informasi dan Bentuk-Bentuk Ekspresi Bahasa. Universitas Negeri Malang.

Downloads

Published

2026-05-24

Issue

Section

Articles

How to Cite

Pemerolehan Morfologi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pertama: Kasus Ngaisia Anak Berusia Tiga Tahun. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(2), 389-397. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10386