Konstruksi Krisis dan Interdiskursivitas Geopolitik: Analisis Discourse-Historical Approach (DHA) terhadap Narasi Pelemahan Rupiah Rp 17.000

Authors

  • Sukma Febri Sianturi Universitas Negeri Medan
  • Tasya Aulia Rusdi Universitas Negeri Medan
  • Ita Khairani Universitas Negeri Medan
  • Nurita Rahmani Universitas Negeri Medan
  • Adira Cahya Universitas Negeri Medan
  • Wincent Danuarta Damanik Universitas Negeri Medan
  • Zahira Nazwa Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.9897

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Discourse-Historical Approach, Nilai Tukar Rupiah, Media Massa, Ekonomi Makro.

Abstract

Fenomena pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.000 per dolar AS pada Maret 2026 memicu diskursus intensif di ruang publik. Realitas ekonomi ini menjadi sensitif secara historis sehingga memerlukan analisis terhadap bagaimana bahasa jurnalistik dan pernyataan resmi membingkai situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi diskursif dalam laporan berita ekonomi dan pernyataan otoritas moneter terkait depresiasi rupiah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Discourse-Historical Approach (DHA) dari Ruth Wodak, melalui teknik analisis wacana kritis dengan prinsip triangulasi konteks empat level. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi ekonomi dikonstruksi melalui lima strategi utama. Strategi nominasi dan predikasi mempersonifikasi rupiah sebagai entitas yang "tertekan" oleh faktor eksternal, sementara "fundamental ekonomi" dipredikasikan secara positif untuk menjaga legitimasi. Penggunaan topos of history dan topos of threat berfungsi merasionalisasi krisis dengan membandingkan situasi saat ini dengan memori krisis 1998 guna memitigasi kepanikan. Strategi perspektivisasi mengungkap dominasi suara teknokratis yang cenderung mengabaikan dampak sektor riil, sedangkan strategi mitigasi membingkai angka Rp17.000 hanya sebagai "batas psikologis." Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa media dan otoritas bukanlah entitas netral, melainkan instrumen strategis untuk mengelola emosi publik serta mempertahankan kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global.

References

Antara News. (2026). BI perkuat ketahanan eksternal guna antisipasi eskalasi perang Timteng. Antara News.

Assuaibi, I. (2026, 30 Maret). Rupiah Jebol 17.000! Ini Penyebab Utamanya. Warta Ekonomi.

Bielma Silva, R. (n.d.). Critical Discourse Analysis: Ruth Wodak's Discourse-Historical Approach. Arcadia.

Boukala, S. (2025). Common sense and political intuition: A discourse-historical analysis of populist rhetoric. Routledge.

CNBC Indonesia Research. (2026). Defisit APBN diperkirakan mencapai 3,18%. CNBC Indonesia.

Dewi, D. N. A. M., Utami, L. S., & Mustofa, R. D. A. (2021). Pengaruh Harga Minyak Dunia, Suku Bunga, Inflasi, IHSG, dan Neraca Perdagangan terhadap Nilai Tukar. AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 3(3), 223–232.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LKiS.

Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis. Longman.

Kienpointner, M. (1992). Alltagslogik: Struktur und Funktion von Argumentationsmustern. Frommann-Holzboog.

Kompas TV. (2026, 30 Maret). Rupiah Ke 17.000 Per Dollar, Ini Gejala yang Sama & Beda Dengan Krisis 1998 [Video]. YouTube.

Kontan. (2026). Rupiah Nyaris Rp 17.000! Harga Makanan Bisa Meledak Setelah Lebaran 2026 [Video]. YouTube.

Krzyżanowski, M. (2020). Normalization and the semiotics of political fear: Analyzing the discursive construction of the 'refugee crisis'. Discourse & Society, 31(1), 1-22.

Krzyżanowski, M., & Krzyżanowska, N. (2024). The struggle for hegemony: Meaning-making in illiberal times. Journal of Language and Politics, 23(2), 145-167.

LBS.id. (2026, 10 Maret). Ninuninu: Ini 7 Penyebab Rupiah Anjlok Rp17.000 Lebih Parah Krisis 1998.

Leong, L. (2026, 10 Maret). Sentimen Risk Off di Pasar Global. JPNN.

Masitoh. (2020). Pendekatan dalam Analisis Wacana Kritis. Jurnal Elsa, 18(1), 67-68.

Metrotvnews. (2026). Rupiah Hampir Rp17 Ribu, Istana Fokus Perkuat Fundamental Ekonomi.

Mufida, F., Mardatillah, R., & Apyunita, D. (2025). Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Journal of Education and Learning, 5(2), 35-46.

Nainggolan, R. (2026). Lonjakan Harga Minyak Dunia Membebani APBN. Suara Surabaya.

Napitupulu, F., & Aprilia, A. (2026, 11 Maret). Rupiah Nyaris Rp17.000/Dolar, Ekonom Sebut Indonesia Belum Resesi. Mistar.id.

Naufal, Nurhadi, & Anshori. (2021). Analisis wacana “Kadrun, KPK, dan Buzzer” di majalah Tempo. Riggs Journal.

Panagaki, N., Archakis, A., & Tsakona, V. (2024). Representing the 'other' in digital spaces: A discourse-historical approach to social media comments. Critical Discourse Studies, 21(3), 302-320.

Pramesthi, A. A., Hutajulu, D. L., Putri, N. Z., & Kartiasih, F. (2024). Analisis Pengaruh Harga Minyak Mentah dan Nilai Tukar terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (JEBMA), 4(1), 257–269.

Rahmawati, W. T. (2026, 30 Maret). Nilai Tukar Rupiah Tembus Penutupan Rp 17.000, Terburuk Sepanjang Sejarah! Kontan.

Reisigl, M. (2017). The discourse-historical approach (DHA). In J. Flowerdew & J. E. Richardson (Eds.), The Routledge handbook of critical discourse studies (pp. 44-59). Routledge.

Reisigl, M., & Wodak, R. (2016). The discourse-historical approach (DHA). In R. Wodak & M. Meyer (Eds.), Methods of critical discourse studies (3rd ed., pp. 23-61). Sage.

Sadewa, P. Y. (2026). Ekonomi sedang ekspansi, daya beli dijaga mati-matian. Kompas.

Santosa, P. W. (2026, 24 Januari). Kurs rupiah di ambang Rp17.000: Ujian kredibilitas kebijakan. Antara News.

Savich, E. (2021). Imagery as discourse: Analyzing visual representations of national identity through the DHA lens. Respectus Philologicus, 39(44), 112-128.

Unger, J. W., Wodak, R., & Khosravinik, M. (2021). Critical discourse studies and social media: Data, methods, and new developments. Journal of Language and Politics, 20(1), 1-17.

Viola, L., & Verheul, J. (2019). Mining ethnicity: Discourse-driven topic modelling of immigrant discourses in the USA, 1898–1920. Digital Scholarship in the Humanities, 35(4), 921–943.

Warjiyo, P. (2025). Sambutan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025. Bank Indonesia.

Warjiyo, P. (2026, 17 Maret). Bos BI Buka-bukaan Soal Dolar Nyaris Rp17.000, Ambil Kebijakan Ini! CNBC Indonesia.

Wodak, R. (2009). The Discourse of Politics in Action. Palgrave Macmillan.

Wodak, R. (2020). The politics of fear: The shameless normalization of far-right discourse (2nd ed.). Sage.

Wodak, R. (2021). The discursive construction of national identity (3rd ed.). Edinburgh University Press.

Wodak, R. (2024). Crises, uncertainties, and the politics of fear: How governments and citizens cope with polycrises. Informal Logic, 44(3), 361-398.

Wodak, R., & Forchtner, B. (Eds.). (2017). The Routledge handbook of language and politics. Routledge.

Wodak, R., & Meyer, M. (Eds.). (2015). Methods of critical discourse studies. Sage.

Downloads

Published

2026-04-21

Issue

Section

Articles

How to Cite

Konstruksi Krisis dan Interdiskursivitas Geopolitik: Analisis Discourse-Historical Approach (DHA) terhadap Narasi Pelemahan Rupiah Rp 17.000. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(2), 292-304. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.9897