Kearifan Lokal Budaya Bugis-Makassar dalam Novel Silariang karya Oka Aurora

Penulis

  • Anisa Zahra Universitas Jambi
  • Yundi Fitrah Universitas Jambi
  • Nurfadilah Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10063

Kata Kunci:

bugis-makassar, kearifan lokal, novel, silariang, sosiologi karya

Abstrak

Karya sastra sering kali menjadi cermin yang memantulkan identitas dan kekayaan budaya suatu bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal budaya Bugis-Makassar serta mendeskripsikan representasi nilai-nilai tersebut dalam novel Silariang karya Oka Aurora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan teori sosiologi sastra. Data penelitian berupa kutipan dialog dan narasi dalam novel yang mengandung nilai budaya, yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif interpretatif untuk membedah makna di balik teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam novel ini mencakup nilai sosial, moral, adat dan tradisi, religiusitas, serta budaya lokal yang khas. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan secara apik melalui dialog, narasi, konflik antartokoh, simbol budaya, serta tindakan para tokoh. Dengan demikian, novel Silariang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan penting sebagai media representasi dan sarana pelestarian budaya Bugis-Makassar di era modern

Referensi

Alamsyah, A. H. (2022). Implementasi Budaya Siri’Na Pacce Di Tengah Arus Kebudayaan Populer. Ad-DariyahJurnal Dialektika, Sosial Dan Budaya. Jurnal Dialektika, Sosial Dan Budaya,, 3(1), 1-15.

Darmawati, B. (2018). Sastra daerah Bugis dan Makassar sebagai kekuatan kultural dalam membangun budaya bangsa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Esti, I. (2013). Pengajaran sastra. Ombak.

Kilawati, A. (2019). Pendidikan karakter dalam budaya siri’na pesse mahasiswa PGSD Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar,, 3(1).

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Miles, M. B. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Nurgiyantoro, B. (2015). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nuzulia, D. (2021). Analisis Antropologi Sastra pada Novel Silariang Cinta yang (Tak) Direstui Karya Oka Aurora. Jurnal Ilmu Budaya, 12(1), 6775.

Pelras, C. (2006). Manusia Bugis (Terjemahan). Jakarta: Nalar dan Forum Jakarta-Paris.

Ratna, N. K. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ruslan, H. (2023). Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerita Rakyat Vova Saggayu di Kabupaten Pasangkayu. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(2), 73-90.

Sibarani, R. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi 22). Bandung : Alfabeta.

Supri Yati, &. N. (2021). Analisis antropologi sastra pada novel Silariang: Cinta yang (Tak) Direstui karya Oka Aurora. PENTAS. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,, 7(1), 27–35.

Tunnisah, W. A. (2021). Nilai Karakter Berbasis Kearifan Lokal dalam Novel Silariang Cinta Yang (Tak) direstui Karya Oka Aurora. Jurnal Konsepsi, 10(3), 216-223.

Wellek, R. &. (2014). Teori kesusastraan (M. Budianta, Penerjemah. Gramedia Pustaka Utama.

Yunus, A. R. (2015). Nilai-nilai Islam dalam budaya dan kearifan lokal (konteks budaya Bugis). Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan. Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan , 2(1), 41–55.

Diterbitkan

2026-04-25

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kearifan Lokal Budaya Bugis-Makassar dalam Novel Silariang karya Oka Aurora. (2026). Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pendidikan, 8(2), 305-312. https://doi.org/10.29303/kopula.v8i2.10063

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama