Pelatihan Literasi Media Digital Berbasis Nilai Islam Bagi Santriwati Pondok Pesantren Salaf
DOI:
https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i1.7902Kata Kunci:
literasi media digital, santriwati, pesantren salaf, hoaksAbstrak
Kemajuan teknologi digital telah menciptakan peluang sekaligus tantangan baru bagi generasi muda Muslim, termasuk santriwati di lingkungan pesantren salaf. Minimnya kemampuan kritis dalam menyaring informasi digital menyebabkan tingginya kerentanan terhadap hoaks, ujaran kebencian, dan konten-konten intoleran. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses, pendekatan, dan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan literasi media digital berbasis nilai Islam di Pondok Pesantren Putri Nurut Tauhid, Lumajang. Kegiatan ini menggunakan metode partisipatif dengan kombinasi ceramah interaktif, studi kasus, simulasi, dan refleksi nilai-nilai keislaman. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dari rata-rata skor 58,2 menjadi 90,3 (kenaikan 32,1%). Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi antara pendekatan critical digital literacy dan prinsip maqāsid al-sharī‘ah mampu mendorong kesadaran kritis, sikap etis, dan tanggung jawab digital yang Islami di kalangan santriwati. Kegiatan ini layak direplikasi di berbagai pesantren dengan penyesuaian kontekstual lokal
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fazlul Rahman, Faiqotul Mala, Taufikurrahman, Hussein Muhammad Ibrahim

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



