Pelatihan Kebugaran Jasmani Dalam Mengaktifkan Pembelajaran Guru di Pesisir Tarakan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i2.9466

Keywords:

Kebugaran, Jasmani, Daerah Pesisir

Abstract

Pelatihan kebugaran jasmani merupakan pendekatan inovatif untuk meningkatkan aktivasi pembelajaran guru di daerah pesisir Tarakan, yang sering kali menghadapi tantangan geografis. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan dampak pelatihan kebugaran jasmani terhadap motivasi, energi, dan efektivitas pembelajaran guru di sekolah-sekolah pesisir Tarakan. Metode yang digunakan adalah pelatihan jasmani. Pelatihan meliputi latihan aerobik, kekuatan, dan fleksibilitas yang disesuaikan dengan kondisi pesisir, seperti aktivitas berbasis pantai untuk meningkatkan daya tahan. Hasil pengabdian menunjukkan semangat dalam tingkat kebugaran jasmani guru, dalam meningkatkan kekuatan otot. Hal ini berkorelasi positif dengan aktivitas pembelajaran, di mana guru melaporkan peningkatan motivasi dan interaksi kelas lebih dinamis. Faktor lingkungan pesisir, seperti akses terbatas ke fasilitas olahraga, menjadi tantangan utama, namun pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan ekektifitas fisik  sehari-hari.  Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kebugaran jasmani untuk mengetahui kondisi awal guru, meliputi kekuatan otot, daya tahan, fleksibilitas, motivasi mengajar, dan tingkat energi. Evaluasi proses dilakukan melalui observasi terhadap kehadiran, partisipasi, antusiasme, kedisiplinan, dan kemampuan guru dalam mengikuti setiap tahapan latihan. Kesimpulan menekankan integrasi pelatihan jasmani ke dalam program pengembangan guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pesisir, dengan rekomendasi implementasi berkelanjutan dan dukungan infrastruktur. Pengabdian ini memberikan wawasan bagi pemangku kebijakan untuk mempromosikan kesehatan guru sebagai fondasi pembelajaran aktif.

Published

2026-08-26

How to Cite

Pelatihan Kebugaran Jasmani Dalam Mengaktifkan Pembelajaran Guru di Pesisir Tarakan. (2026). Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia , 5(2), 194-198. https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i2.9466