Pembagian Bibit Sebagai Bentuk Kemitraan Perhutani Dengan Masyarakat Dalam Upaya Rehabilitasi Lahan
DOI:
https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i2.9088Keywords:
Kinerja Karyawan, FMEA, RPN, Preventive Maintenance, Analisis Risiko OperasionalAbstract
Degradasi lahan dan deforestasi mengancam keberlanjutan ekosistem hutan Indonesia, mendorong perlunya upaya rehabilitasi lahan masif dan terencana melalui kemitraan strategis antara pengelola hutan dan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan menerapkan program pembagian bibit secara serentak sebagai bentuk kemitraan Perhutani dengan masyarakat guna meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam upaya rehabilitasi lahan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat perkotaan, dan mengevaluasi kontribusi pemilihan jenis bibit terhadap keberhasilan rehabilitasi lahan. Metode pengabdian menggunakan pendampingan masyarakat berbasis riset partisipatif Community-Based Participatory Research (CBPR) yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2025 di tujuh lokasi Jawa Timur melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan lapangan, dipadukan dengan focus group discussion (FGD) untuk menggali persepsi dan mendorong partisipasi masyarakat, serta dievaluasi secara deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan distribusi 14.175 bibit secara serentak dengan tema "Tanam Pohon Sedekah Oksigen" berhasil memfasilitasi kemitraan terstruktur antara Perhutani Divre Jatim dan masyarakat melalui kolaborasi dengan PT Palawi Risorsis dan koordinasi lintas wilayah. Pemilihan bibit Multi Purpose Tree Species (nangka, durian, sirsak, petai, alpukat) dan tanaman kehutanan (jati, pinus, kayu putih, mahoni) mencerminkan strategi holistik yang mengakomodasi dimensi sosio-ekonomis dan ekologis, dengan partisipasi ratusan masyarakat perkotaan lintas generasi didorong oleh aksesibilitas bibit gratis, narasi spiritual resonan, dan insentif ekonomi. Kegiatan pendampingan ini terbukti meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya rehabilitasi lahan, mendorong komitmen masyarakat untuk menanam dan merawat bibit secara mandiri, serta memperkuat sinergi kemitraan antara Perhutani dan masyarakat penerima manfaat. Pengabdian ini menyimpulkan perlunya program pendampingan pasca-distribusi, sistem digital tracking, perluasan kemitraan multi-stakeholder, pelatihan budidaya MPTS, dan replikasi model di divisi regional lain untuk optimalisasi dampak rehabilitasi lahan berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mochamad Ramadhan, Dhani Ichsanuddin Nur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



