Ekonomi Sirkular Dari Desa: Edukasi dan Inovasi Talenta Muda dalam Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i1.8730Keywords:
ekonomi sirkular, pengelolaan limbah, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan hijau, Desa KepatihanAbstract
Permasalahan pengelolaan limbah di pedesaan masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri belum memiliki sistem pengelolaan limbah terpadu. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif kolaboratif, mencakup tiga tahapan utama: (1) identifikasi kebutuhan mitra dan potensi lokal, (2) pelatihan interaktif melalui sesi tatap muka, diskusi kelompok, dan praktik langsung, serta (3) evaluasi partisipatif dan replikasi hasil. Dua mitra utama terlibat aktif dalam kegiatan ini, yaitu Kelompok Tani Subur Makmur dan Karang Taruna Indonesia Desa Kepatihan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap keterampilan teknis dan kesadaran ekologis masyarakat. Tingkat penguasaan pengelolaan limbah organik meningkat dari 35% menjadi 75%, sementara diversifikasi produk berbasis limbah naik dari 15% menjadi 55%. Produk yang dihasilkan meliputi pupuk organik, pakan ternak pelet, pupuk cair, serta kerajinan daur ulang (eco-craft). Selain itu, muncul unit usaha baru seperti Bank Sampah Karang Taruna dan Subur Makmur Green Product, yang berperan dalam memperkuat ekonomi sirkular desa. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil membangun model pemberdayaan berbasis ekonomi hijau yang memadukan edukasi, inovasi teknologi, dan kepemimpinan talenta muda desa. Model ekonomi sirkular dari desa ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menurunkan timbulan limbah secara berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Susilaningtyas B

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



