Peningkatkan Kesadaran Remaja Sekolah Terhadap Risiko Pernikahan Dini di Desa Karangpring Jember
DOI:
https://doi.org/10.29303/jpimi.v5i1.8136Keywords:
KKN, Pernikahan Dini, Kesehatan Reproduksi, Kesadaran Remaja, Desa KarangpringAbstract
Pernikahan dini masih menjadi persoalan serius di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, termasuk Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Praktik ini dipicu oleh faktor ekonomi, rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta budaya menjodohkan sejak dini. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik dan psikologis remaja, tetapi juga berimplikasi pada pendidikan, ekonomi, hingga rentannya kekerasan dalam rumah tangga. Menyikapi hal tersebut, Kelompok 162 KKN Kolaboratif melaksanakan program “Cerdas Cinta” yang berfokus pada peningkatan kesadaran remaja sekolah terhadap risiko pernikahan dini. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan di tiga sekolah menengah (SMP dan MTs) dengan melibatkan 118 siswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kolaboratif bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Sukorambi dan BKKBN, yang memberikan materi mengenai aspek hukum, sosial, dan kesehatan reproduksi. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman siswa mengenai bahaya pernikahan dini, pentingnya menunda usia pernikahan, serta menjaga kesehatan reproduksi. Program ini menegaskan peran penting KKN dalam mendorong perubahan pola pikir remaja, serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan pernikahan dini di lingkungan pedesaan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syayidati Fatimatushshalichah , Talitha Raissa Asmawati, Tegar Samudra Hidayat, Vera Lutfiyah, Yunia Putri Paraswati , Kalvin Edo Wahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



