Asosiasi Antarjenis Pohon Dominan sebagai Indikator Stabilitas Komunitas Hutan Adat Montong Gedeng, Lombok Utara
DOI:
https://doi.org/10.29303/5g85gk03Kata Kunci:
asosiasi antarjenis, hutan adat, hutan musim tropis, stabilitas komunitasAbstrak
Hutan adat merupakan salah satu bentuk pengelolaan sumber daya berbasis kearifan lokal yang berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan stabilitas ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pohon dominan, menganalisis pola asosiasi antarjenis dominan, serta mengevaluasi implikasinya terhadap stabilitas komunitas vegetasi di Hutan Adat Montong Gedeng, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian dilaksanakan pada kawasan seluas 84 ha menggunakan metode systematic sampling with random start dengan intensitas sampling 1%, sehingga diperoleh 21 petak ukur. Data vegetasi dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), sedangkan asosiasi antarjenis dianalisis menggunakan tabel kontingensi 2×2 dan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 16 jenis pohon dari 13 famili dengan lima jenis dominan utama, yaitu Schleichera oleosa (137,4%), Schoutenia ovata (60,1%), Tamarindus indica (31,5%), Ziziphus mauritiana (25,1%), dan Streblus asper (10,1%). Analisis asosiasi menunjukkan adanya lima pasangan jenis dengan asosiasi positif dan signifikan, yaitu Schleichera oleosa–Schoutenia ovata, Schleichera oleosa–Tamarindus indica, Schleichera oleosa–Ziziphus mauritiana, Schoutenia ovata–Ziziphus mauritiana, serta Tamarindus indica–Ziziphus mauritiana. Dominansi Schleichera oleosa yang disertai asosiasi positif dengan beberapa spesies utama mengindikasikan terbentuknya kelompok inti penyusun komunitas yang berkontribusi terhadap stabilitas vegetasi. Komposisi spesies dominan yang didominasi oleh jenis-jenis toleran kekeringan menunjukkan bahwa Hutan Adat Montong Gedeng masih mempertahankan karakteristik khas hutan musim tropis dataran rendah. Hasil penelitian menegaskan pentingnya pengelolaan berbasis kearifan lokal dalam mempertahankan struktur komunitas, stabilitas ekosistem, dan fungsi konservasi hutan adat.








