Respons Produksi Padi Gogo (Oryza sativa L.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Hayati Mikoriza

Penulis

  • Lutfi Henderlan Harahap Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia Medan image/svg+xml
  • Salman Alfarisi Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia Medan image/svg+xml
  • Miyarnis Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia Medan image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.29303/vwf1zt66

Kata Kunci:

bobot gabah, efisiensi pemupukan, lahan kering, serapan hara, simbiosis akar

Abstrak

Padi gogo berpotensi memperluas produksi beras pada lahan kering, tetapi produktivitasnya sering dibatasi oleh rendahnya ketersediaan dan efisiensi serapan hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons produksi padi gogo terhadap pupuk NPK dan pupuk hayati mikoriza serta menentukan kombinasi perlakuan yang memberikan bobot gabah tertinggi. Penelitian dilaksanakan pada Juni–September 2025 di lahan pertanian Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Deli Serdang, Sumatera Utara. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 × 3 dengan tiga ulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Faktor pertama ialah dosis NPK 0, 10, dan 20 g tanaman⁻¹, sedangkan faktor kedua ialah dosis pupuk hayati mikoriza 0, 50, dan 100 g tanaman⁻¹. Parameter produksi meliputi bobot gabah basah dan bobot gabah kering per tanaman. Data dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test apabila berpengaruh nyata. Faktor NPK berpengaruh nyata terhadap kedua parameter, sedangkan faktor mikoriza dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata. Dosis NPK 20 g tanaman⁻¹ menghasilkan bobot gabah basah 85,67 g tanaman⁻¹ dan bobot gabah kering 83,37 g tanaman⁻¹, masing-masing meningkat 24,79% dan 21,65% dibandingkan kontrol. Kombinasi NPK 20 g tanaman⁻¹ dan mikoriza 50 g tanaman⁻¹ memberikan bobot gabah basah tertinggi secara numerik (85,85 g tanaman⁻¹), tetapi tambahan mikoriza pada dosis NPK tersebut tidak meningkatkan bobot gabah kering secara nyata. Pada kondisi penelitian, NPK 20 g tanaman⁻¹ merupakan dosis paling efektif, sedangkan manfaat mikoriza perlu dioptimalkan melalui evaluasi kolonisasi akar dan ketersediaan hara tanah.

Diterbitkan

2026-08-01

Cara Mengutip

Respons Produksi Padi Gogo (Oryza sativa L.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Hayati Mikoriza. (2026). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 5(3), 484-488. https://doi.org/10.29303/vwf1zt66