Analisis Rantai Nilai pada Agroindustri Tahu di Kota Mataram

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.29303/nx5y4q91

Kata Kunci:

margin, nilai tambah, saluran pemasaran, konsumen, pemasok, produsen

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis margin dan nilai tambah saluran pemasaran pada agroindustri tahu di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan agroindustri tahu sebagai unit analisis. Lokasi penelitian ditentukan dengan purposive sampling, dengan jumlah responden yang ditetapkan melalui quota sampling sebanyak 30 unit usaha. Responden dipilih menggunakan accidental snowball sampling. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 2 (dua) saluran pemasaran, yaitu saluran I yang melibatkan pemasok kedelai, produsen tahu, dan konsumen akhir; serta saluran II yang melibatkan pemasok kedelai, produsen tahu, pedagang pengecer, pedagang olahan makanan, dan konsumen. Margin pemasaran kedelai pada kedua saluran sama, yaitu Rp 1.100/kg. Namun, margin pemasaran tahu pada saluran II berbeda antara pedagang pengecer dan pedagang olahan makanan, masing-masing sebesar Rp 12.829/kg dan Rp 7.486/kg, sehingga harga jualnya lebih tinggi. Saluran I lebih efisien karena merupakan saluran pemasaran langsung, karena tidak ada margin pemasaran. Nilai tambah dalam pemasaran tahu bervariasi pada setiap lembaga. Produsen tahu memperoleh nilai tambah terbesar, sementara pengolahan makanan memperoleh nilai tambah paling kecil.

Diterbitkan

2026-08-03

Cara Mengutip

Analisis Rantai Nilai pada Agroindustri Tahu di Kota Mataram. (2026). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 5(3), 489-499. https://doi.org/10.29303/nx5y4q91