Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang Hitam (Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.) pada Berbagai Dosis Pupuk NPK Phonska Plus
DOI:
https://doi.org/10.29303/nges7t63Kata Kunci:
diversifikasi pangan, umbi lokal, pemupukan produktivitas, Nusa Tenggara BaratAbstrak
Kentang hitam (Plectranthus rotundifolius (Poir.) Spreng.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif karena kandungan karbohidrat, serat, mineral, dan senyawa bioaktif yang tinggi. Namun, produktivitas tanaman ini masih relatif rendah akibat teknik budidaya yang belum optimal, terutama dalam hal pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk NPK Phonska Plus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang hitam serta menentukan dosis yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Unram Farming, Desa Nyur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Juli 2025 sampai Februari 2026. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan aras dosis pupuk NPK Phonska Plus yaitu 0, 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350, dan 400 kg/ha dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa segar dan kering tanaman, jumlah umbi, berat segar dan berat kering umbi, diameter umbi, serta panjang umbi. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5% pada parameter yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk NPK Phonska Plus dengan dosis berbeda berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 9 minggu setelah muncul tunas dan panen, jumlah daun, berat tanaman, berat umbi, panjang umbi, diameter umbi serta jumlah umbi. Pertumbuhan dan hasil tanaman meningkat seiring peningkatan dosis pupuk hingga 200 kg/ha, namun pada dosis yang lebih tinggi terjadi penurunan respon tanaman. Dosis 200 kg/ha memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil kentang hitam dengan menghasilkan tinggi tanaman saat panen sebesar 146,96 cm dan berat segar umbi sebesar 16,07 ton/ha.








