Kompetisi Gulma Teki (Cyperus rotondus L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah di Lahan Kering
DOI:
https://doi.org/10.29303/tgjyzg38Kata Kunci:
aditif, dinamik, indek kompetisi, substitusi, tekiAbstrak
Penelitian bertujuan untuk mengetahui indeks kompetisi dan kehilangan hasil bawang merah akibat kompetisi teki dengan model percobaan aditif, substitusi dan dinamik. Indeks kompetisi teki saat bawang merah berumur 28, 56 dan 84 HST 0,01615; 0,01876 dan 0,02057, sehingga kehilangan hasil bawang merah mencapai 16,15%, 18,76% dan 20,57%. Hasil ini, relevan dengan prediksi kehilangan hasil bawang merah yang dihitung dengan dominansi terbobot, yaitu 16,10%, 18,76% dan 20,57%. Jumlah populasi gulma teki yang dapat ditolerir kehadirannya oleh bawang merah pada umur 28, 56, dan 84 HST 4,00 rumpun m-2, .5,27 rumpun m-2 dan 3.00 rumpun m-2. Kemampuan bawang merah menekan populasi teki menurun pada umur 56 HST dan kembali meningkat pada umur 84 HST. Sebaliknya kemampuan teki menekan pertumbuhan bawang merah pada umur 56 HST meningkat, akan tetapi sedikit menurun pada umur 84 HST, yaitu dari jumlah populasi 3,35 rumpun menjadi 4,244 rumpun. Jadi keberadaan teki pada tanaman bawang merah tidak boleh dibiarkan sampai pencapai populasi 3-4 rumpun m2. Penguasaan sarana tumbuh (Relative Space Occupantion) = RSO) bawang merah pada umur 28 HST lebih tinggi dibandingkan dengan RSO teki. Akan tetapi pada saat tanaman berumur 56 HST, penguasaan sarana tumbuh teki pada semua tingkat kerapatannya, signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan penguasaan sarana tumbuh bawang merah. Pada tingkat kerapatan populasi 5 rumpun m-2 - 35 rumpun m-2, nilai RSO bawang merah 10,273% – 44,,491%, sedangkan nilai RSO gulma teki 32,512% – 77,128%, dengan nilai pembending berkisar antara 22,239% - 32,637%.








