Gulma dan Pertumbuhan Padi Sawah di Dataran Medium pada Sistem Budidaya dan Waktu Penyiangan yang Berbeda

Authors

DOI:

https://doi.org/10.29303/7jtbt531

Keywords:

Budidaya; Keragaman; Padi; Vegetasi.

Abstract

Gulma merupakan faktor pembatas utama dalam budidaya padi sawah karena menyebabkan persaingan sumber daya, terutama pada fase awal pertumbuhan. Perbedaan sistem budidaya dan waktu penyiangan diduga memengaruhi dinamika gulma serta pertumbuhan padi sawah di agroekosistem dataran medium. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh sistem budidaya dan waktu penyiangan yang berbeda terhadap komunitas gulma dan pertumbuhan padi sawah di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Desa Pamekarsari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Juli sampai Oktober 2024. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Petak Tanpa Olah Tanah (TOT), sedangkan faktor anak petak adalah waktu penyiangan yang terdiri atas tanpa penyiangan, penyiangan umur 20 Hari Setelah Tanam(HST), dan penyiangan umur 40 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem TOT mampu menekan bobot kering gulma secara nyata pada fase awal pertumbuhan dibandingkan sistem konvensional. Penyiangan pada umur 20 HST menghasilkan bobot kering gulma terendah serta menurunkan indeks keanekaragaman gulma. Sistem TOT meningkatkan tinggi tanaman padi pada fase awal pertumbuhan, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan. Secara umum, penyiangan dini lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan vegetatif padi sawah di dataran medium.

Downloads

Published

2026-04-09

How to Cite

Gulma dan Pertumbuhan Padi Sawah di Dataran Medium pada Sistem Budidaya dan Waktu Penyiangan yang Berbeda. (2026). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 5(1), 127-135. https://doi.org/10.29303/7jtbt531