Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Bioneensis dan Pupuk Tunggal N-P-K dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum)
DOI:
https://doi.org/10.29303/zb1eq708Keywords:
tomat, bioneensis, pupuk, produksiAbstract
Tanaman tomat merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Produktivitas tomat mengalami tantangan, termasuk penurunan kesuburan tanah. Oleh karena itu, penerapan teknologi pertanian yang berkelanjutan, termasuk penggunaan pupuk hayati, menjadi sangat relevan untuk meningkatkan hasil dan kualitas produksi tomat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberiaan dosis Pupuk Hayati Bioneensis dan Pupuk Tunggal N-P-K serta interaksinya terhadap produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan Jl. A.H Nasution Kecamatan Medan Johor Kota Medan, dimulai bulan Maret sampai dengan juli 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu Faktor pertama Dosis Pupuk Hayati Bioneensis (B) dimana B1 = 10 gr/tanaman, B2 = 20 gr/tanaman, B3 = 30 gr/tanaman, dan Faktor kedua Pupuk Tunggal N, P, K (P), dimana P1 = Urea 50 kg/ha (9,6 g/plot), SP36 37,5 kg/ha (7,2 g/plot), KCl 25 kg/ha (4,8 g/plot), P2 = Urea 100 kg/ha (19,24 g/plot), SP36 75 kg/ha (14,44 g/plot), KCl 50 kg/ha (9,6 g/plot), P3 = Urea 200 kg/ha (38,48 g/plot), SP36 150 kg/ha (28,88 g/plot), KCl 100 kg/ha (19,24 g/plot). Hasil Penelitian menunjukkan Penggunaan Dosis Pupuk Hayati Bioneensis dan pupuk tunggal N-P-K serta Interaksinya berpengaruh tidak nyata jumlah buah, bobot buah per sampel,dan berat basah akar tanaman per sampel. Dengan perlakuan terbaiknya yaitu B2 (Pupuk Hayati Bioneensis 20 gr/tanaman). Dengan perlakuan terbaik yaitu B2P3 Pupuk Hayati Bionensis 20 gr/tanaman dan Pupuk Tunggal N, P, K dosis : Urea 200 kg/ha (38,48 g/plot), SP36 150 kg/ha (28,88 g/plot), KCl 100 kg/ha (19,24 g/plot).








