Pengaruh Komposisi Media Tanam dengan Pemberian Pupuk NPK Dosis Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Genotipe Kedelai Berbiji Besar
DOI:
https://doi.org/10.29303/7ahp1516Keywords:
kedelai, media tanam, pupuk NPK, genotipe, pertumbuhan, hasilAbstract
Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas pangan penting yang berperan sebagai sumber protein nabati utama di Indonesia. Namun, produktivitas kedelai nasional masih rendah akibat keterbatasan lahan subur dan penggunaan pupuk kimia yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan pemberian pupuk NPK dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe kedelai berbiji besar. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Mataram dari bulan Agustus hingga November 2024 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu genotipe kedelai (Burangrang, Grobogan, Galur GrMa, dan Edamame Sembalun) serta komposisi media tanam dengan kombinasi tanah, pupuk kandang (PO vitagonik), sekam bakar, dan dosis pupuk NPK berbeda (0,2–0,5 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Kombinasi terbaik diperoleh pada perlakuan genotipe Grobogan dengan media tanam 4:2:1 (tanah:PO vitagonik:sekam bakar) dan dosis pupuk NPK 0,4 g/tanaman yang menghasilkan pertumbuhan vegetatif dan hasil biji tertinggi. Genotipe Grobogan menunjukkan kemampuan adaptasi terbaik terhadap variasi media tanam dan dosis pupuk NPK. Disarankan untuk menggunakan kombinasi tersebut dalam budidaya kedelai berbiji besar guna meningkatkan produktivitas di lahan suboptimal.








