Heritabilitas dan Korelasi Genotipik Galur S3 Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering
DOI:
https://doi.org/10.29303/t3f3x456Keywords:
jagung, galur S3, heritabilitas, korelasi, lahan keringAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui heritabilitas arti luas dan koefisien korelasi genotipik karakter kuantitatif galur S3 tanaman jagung di lahan kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan. Percobaan dilaksanakan sejak bulan Februari hingga April 2024 di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, dengan perlakuan sebanyak 15 genotipe yaitu 15 galur S3 dengan 2 kali ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Karakter yang diamati, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, sudut daun, luas daun, diameter batang, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol kering panen per tanaman, bobot biji kering pipil kering per plot dan bobot 1.000 butir biji. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (Anova) dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan karakter kuantitatif galur-galur S3 tanaman jagung di lahan kering memiliki variasi kriteria heritabilitas arti luas. Karakter dengan heritabilitas tinggi diperoleh pada diameter tongkol. Karakter dengan heritabilitas sedang yaitu tinggi tanaman, sudut daun, luas daun, diameter batang dan bobot 1.000 butir biji; sedangkan heritabilitas rendah diperoleh pada jumlah daun per tanaman, panjang tongkol, bobot tongkol kering panen per tanaman, dan bobot biji kering pipil per plot. Karakter kuantitatif yang berkorelasi positif dengan hasil yaitu tinggi tanaman sebesar 0,390 tergolong rendah; sedangkan karakter lain tidak berkorelasi.








