Strategi Pengembangan Agroindustri Gula Aren di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat
DOI:
https://doi.org/10.29303/b8xsgb41Keywords:
agroindustri, gula aren, strategi pengembangan, SWOTAbstract
Agroindustri gula aren merupakan usaha berbasis sumber daya lokal yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agroindustri gula aren serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada tiga desa sentra produksi gula aren, yaitu Desa Giri Madia, Desa Gegerung, dan Desa Dasan Geria, dengan jumlah responden sebanyak 30 pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama agroindustri gula aren meliputi ketersediaan bahan baku lokal, tenaga kerja, pengalaman usaha, daya simpan produk, dan proses produksi sederhana. Kelemahan utama meliputi keterbatasan modal, rendahnya diversifikasi produk, belum adanya legalitas usaha dan merek dagang, serta proses produksi yang masih tradisional. Peluang pengembangan berasal dari permintaan pasar yang stabil, potensi diversifikasi produk, dukungan pemerintah dan perguruan tinggi, akses pembiayaan UMKM, serta pemasaran digital. Ancaman utama meliputi ketergantungan bahan baku terhadap iklim, rendahnya regenerasi petani aren, persaingan produk sejenis, skala produksi kecil, dan produk substitusi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa agroindustri gula aren berada pada Kuadran I sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif (S-O), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal melalui peningkatan produksi, diversifikasi produk, legalitas usaha, dan perluasan pemasaran.








