Pengaruh Frekuensi Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) GDM terhadap Hasil Jamur Tiram Cokelat (Pleurotus cystidiosus)
DOI:
https://doi.org/10.29303/5rrpzy85Keywords:
pleurotus cystidiosus, jamur tiram coklat, pupuk organik cair, gdm, frekuensi aplikasiAbstract
Jamur tiram cokelat (Pleurotus cytidiosus) adalah salah satu jenis jamur konsumsi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Minat masyarakat untuk mengkonsumsi jamur terus meningkat, namun tidak diimbangi dengan tingkat produksinya. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi jamur tiram adalah dengan memberikan Pupuk Organik Cair (POC) GDM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi aplikasi pupuk cair organik (POC) GDM terhadap hasil jamur tiram cokelat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK), non-faktorial. Perlakuan terdiri dari 5 frekuensi aplikasi POC GDM, yaitu setiap 5 hari sekali (N1), 7 hari sekali (N2), 9 hari sekali (N3), 11 hari sekali (N4), dan 13 hari sekali (N5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi aplikasi POC GDM tidak berpengaruh nyata terhadap umur panen, periode panen, frekuensi panen, panjang tangkai, diameter tudung buah, jumlah kuntum per panen, jumlah kuntum per baglog, berat segar per panen dan berat segar per baglog jamur tiram cokelat. Meskipun demikian, frekuensi aplikasi POC GDM berpengaruh nyata terhadap jumlah badan buah jamur tiram cokelat per baglog dan jumlah badan buah jamur tiram cokelat per panen. Frekuensi aplikasi POC GDM 7 hari sekali menghasilkan jumlah badan buah jamur per baglog dan jumlah badan buah jamur per panen yang paling banyak dibandingkan perlakuan lainnya, yaitu berturut-turut 13,78 buah dan 6,24 buah.








